Belakangan ini masyarakat dihebohkan oleh berita kematian seseorang secara tiba-tiba saat bersepeda dengan menggunakan masker[1].

Banyak yang menganggap bahwa penggunaan masker saat bersepeda akan mengurangi oksigen yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan kondisi hipoksia atau kekurangan oksigen pada tubuh dan menyebabkan kematian. Namun, apakah hal itu sepenuhnya benar? Apakah menggunakan masker saat berolahraga dapat menyebabkan kematian? Mari kita telusuri lebih dalam.

Kegunaan Masker

Di era COVID-19 saat ini, masker merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Saat bepergian ke pasar, mall, atau tempat-tempat umum lainnya, pemandangan orang berjalan-jalan dengan menggunakan masker sudah tak asing lagi bagi kita. Masker digunakan oleh semua orang baik laki-laki maupun perempuan, baik dewasa maupun anak-anak, baik sakit maupun tidak sakit. 

Penggunaan masker baik berupa masker kain atau masker medis berguna untuk melindungi pengguna dari percikan droplet orang yang sedang sakit dan juga untuk mencegah droplet orang yang sedang sakit untuk keluar ke lingkungan sekitarnya. Seperti yang diungkapan oleh dr. Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, “Maskerku melindungimu, Maskermu melindungiku”. 

Pemakaian Masker saat Berolahraga

Pemerintah menganjurkan penggunaan masker di tempat-tempat umum untuk mencegah risiko infeksi COVID-19, namun bagaimana pengaruh memakai masker terhadap tubuh kita saat berolahraga? 

Sebuah artikel dari British Journal of Sport Medicine[2] menunjukkan bahwa penggunaan masker selama berolahraga memiliki potensi untuk menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan bernapas. Hal ini terutama dirasakan pada mereka yang menjalani olahraga intensitas berat. Apabila hanya menjalani olahraga dengan intensitas ringan atau sedang, penggunaan masker tidak sampai menimbulkan keluhan-keluhan diatas. 

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh dokter spesialis olahraga Michael Trianto, dimana penggunaan masker saat berolahraga, seseorang akan merasa napasnya kurang lega, sesak, dan tidak nyaman. Namun, hal ini wajar karena tujuan utama dari penggunaan masker adalah melindungi dari kemungkinan terinfeksi virus. Selain itu, masker juga melindungi orang lain dari kemungkinan kita menginfeksi mereka, terutama apabila tidak sehat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan masker selama berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang tidak akan menimbulkan kesulitan dalam bernapas atau menyebabkan kematian. Dengan menggunakan masker selama berolahraga, selain mendapat manfaat dari berolahraga, seseorang juga akan terhindar dari kemungkinan penularan penyakit. (JOB)

Sumber 

[1] Tempo.co (1 Juli 2020). [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pria di Foto Ini Meninggal Akibat Bersepeda Pakai Masker? Tersedia di: https://cekfakta.tempo.co/fakta/861/fakta-atau-hoaks-benarkah-pria-di-foto-ini-meninggal-akibat-bersepeda-pakai-masker 

[2] https://blogs.bmj.com/bjsm/2020/06/12/should-people-wear-a-face-mask-during-exercise-what-should-clinicians-advise/

Leave a Reply