Mencuci masker telah menjadi rutinitas baru semenjak World Health Organization (WHO) merekomendasikan setiap orang yang beraktivitas di luar rumah wajib mengenakan masker demi mencegah penularan virus COVID-19. 

Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pidatonya pada 5 Juni 2020 menyebutkan bahwa WHO memperbarui beberapa panduan terkait COVID-19. Salah satunya bagaimana  cara mencuci dan meyimpan masker non-medis atau biasa disebut masker kain.

“Satu masker kain hanya boleh digunakan oleh satu orang dan tidak boleh digunakan bergantian dengan orang lain”

WHO “Advice on the use of mask in the context of COVID-19: Interim guidance” 2020

Sayangnya, pengunaan masker sebagai alat pelindung diri dapat menyebabkan jerawat dan berbagai iritasi kulit wajah. Terlebih pada orang yang memiliki kulit sensitif atau terus menerus menggunakan masker sepanjang hari. Penyebab utama munculnya jerawat akibat masker adalah karena minimnya sirkulasi udara ke area wajah. Kondisi ini menyebabkan mikroorganisme atau bakteri di kulit wajah terperangkap ke dalam masker. Selain itu, penggunaan masker menyebabkan kondisi lembap di wajah karena keringat dan sirkulasi pernafasan menumpuk di sekitar masker yang mengakibatkan pori-pori tersumbat dan menimbulkan jerawat. 

Oleh karena itu masker kain harus segera dicuci ketika basah atau kotor maupun setelah sekali penggunaan untuk mencegah timbulnya jerawat dan iritasi kulit wajah. 

Panduan terbaru WHO menyebutkan, masker kain harus dicuci secara rutin dan ditangani dengan hati-hati agar tidak mengontaminasi barang-barang lain. Melepas masker juga harus dengan cara yang benar, yaitu dari bagian samping tanpa menyentuh bagian depan masker, lalu buang masker atau simpan masker di kantong yang dapat ditutup rapat sampai dapat dicuci atau dibersihkan. Jangan pegang wajah anda usai melepas masker sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer

Tata cara mencuci masker kain:

  • Cucilah masker sesuai kemampuan atau toleransi bahan kain dari masker tersebut terhadap air panas.  Jika intruksi pencucian terdapat di label masker, pastikan apakah jenis kain tersebut dapat dicuci dengan air hangat atau panas.
  • Jika memungkinkan, cucilah masker menggunakan air dengan suhu 60℃ dan menggunakan sabun atau deterjen.
  • Bahan Spunbond polipropilena tanpa tenun memiliki toleransi tinggi terhadap suhu air yang panas mencapai 125℃. Cucilah masker dengan lembut tanpa menguceknya dengan berlebihan.
  • Kombinasi spunbond polipropilena tanpa tenun dan katun dapat menoleransi suhu tinggi, masker yang terbuat dari kombinasi ini dapat dicuci dengan cara diuapi atau direndam dalam air mendidih
  • Jika tidak ada air panas, cuci masker menggunakan sabun atau deterjen menggunakan air bersuhu ruangan. Kemudian, dilanjutkan dengan merebus masker kain selama 1 menit atau menguceknya selama 1 menit dalam larutan klorin 0,1 persen, kemudian bilas kembali dengan air suhu ruangan. 

Dengan melakukan cara pencucian yang benar pada masker kain yang and pakai dapat mengurangi kemungkinan munculnya jerawat pada wajah. Ingat selalu pakai masker kain anda bila sedang beraktivitas diluar rumah untuk melindungi diri sendiri dan kemungkinan penyebaran virus ke orang lain. (ASH)

Daftar Pustaka

World Health Organization. (‎2020)‎. Advice on the use of masks in the context of COVID-19: interim guidance, 6 April 2020. World Health Organization.  (https://apps.who.int/iris/handle/10665/331693, diakses 19 Juli 2020).

Leave a Reply