Baru-baru ini masyarakat ramai memperbincangkan inovasi formula obat herbal berbasis eucalyptus berbentuk kalung aromaterapi hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian (Kementan) Indonesia yang diklaim sebagai antivirus corona. Jadi, mari kita mengenal kalung eucalyptus dan seberapa efektif ia mampu membunuh virus corona.

Apa itu Eucalyptus?

Eucalyptus merupakan tumbuhan sejenis pohon yang banyak tumbuh di benua Australia. Tanaman ini juga tumbuh di Indonesia bagian timur. Minyak eucalyptus didapatkan melalui proses distilasi daunnya yang kaya akan kandungan antioksidan dan senyawa eucalyptol. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai minyak kayu putih untuk menghangatkan tubuh.

Benarkah Kalung Eucalyptus Mampu Menangkal Virus Corona?

Penelitian yang ada saat ini belum membuktikan kemampuan eucalyptus dalam membunuh virus penyebab penyakit COVID-19. Sedangkan untuk virus influenza, terdapat beberapa penelitian yang membuktikan dapat membunuh virus influenza [1,2]. Namun pihak Kementan mengklaim bahwa inovasi ini dapat membunuh 80-100% virus corona yang telah dilakukan uji secara in vitro (jenis penelitian yang dilakukan di luar tubuh makhluk hidup) dan 100% dapat membunuh virus influenza. Dalam pohonnya, eucalyptus mengandung minyak atsiri yang di dalamnya terdapat senyawa 1,8-cineole atau eucalyptol. Eucalyptol inilah yang mampu mengikat sisi aktif dari virus influenza sehingga kemampuan virus untuk memperbanyak diri dihambat, mengakibatkan infeksi tidak terjadi. Namun, pengujian pada virus corona belum pernah ada. Meski demikian, pihak kementan mengharapkan potensi itu sama dengan yang terjadi pada virus penyebab penyakit COVID-19. Meskipun mekanisme tersebut tanpak menyakinkan dalam menangkal virus influenza, namun hal tersebut tidak bisa disamakan dengan mekanisme yang terjadi pada virus corona. 

Bagaimana Posisi Penemuan Ini Dalam Ilmiah?

Untuk mengklaim satu produk dapat berkhasiat atau tidak dalam penggunaannya bagi manusia, diperlukan suatu prosedur ilmiah yang panjang. Di antaranya adalah uji preklinis dan uji klinis. Untuk uji klinis, masih dibagi menjadi tiga tahapan, yakni uji klinis 1, 2, dan 3. Uji ini dilakukan sebelum diklaim sebagai produk yang berkhasiat.

Untuk posisi penelitian obat herbal, saat ini masih dalam tahap uji preklinis pada virus yang tidak spesifik virus corona (SAR-CoV-19) dan masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. Sehingga klaim manfaat eucalyptus sebagai penangkal virus corona belum lolos tahap validasi ilmiah. Karena belum teruji secara klinis, kalung eucalyptus belum bisa dikatakan efektif untuk menangkal virus corona

Menjaga kesehatan tubuh dengan menggunakan obat herbal mungkin secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya COVID-19. Namun, kita perlu lebih berhati-hati dan kritis bila ingin menggunakan suatu produk obat herbal yang mengklaim dapat menangkal maupun menyembuhkan penyakit COVID-19. Bila perlu, agar kita tidak salah langkah, pastikan berkonsultasi dokter sebelum menggunakan obat apapun yang akan dikonsumsi; termasuk obat herbal. Itu semua dikarenakan penggunaan obat herbal tidak semuanya aman; apalagi bila belum melewati uji klinis tertentu. Selain itu, kita perlu lebih berhati-hati jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi jenis obat tertentu secara bersamaan.

Tetap lakukan langkah-langkah yang terbukti secara ilmiah dalam pencegahan dasar penyakit COVID-19. Di antaranya adalah dengan rajin mencuci tangan, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menjaga jarak atau physical distancing, dan mengenakan masker dalam beraktivitas terutama di tempat umum [3]. (SNA)

Sumber :

1. Pyankov O V., Usachev E V., Pyankova O, Agranovski IE. Inactivation of airborne influenza virus by tea tree and eucalyptus oils. Aerosol Sci Technol. 2012;46(12):1295–302. 

2. Cermelli C, Fabio A, Fabio G, Quaglio P. Effect of eucalyptus essential oil on respiratory bacteria and viruses. Curr Microbiol. 2008;56(1):89–92. 

3. Chu DK, Akl EA, Duda S, Solo K, Yaacoub S, Schünemann HJ, et al. Physical distancing, face masks, and eye protection to prevent person-to-person transmission of SARS-CoV-2 and COVID-19: a systematic review and meta-analysis. Lancet (London, England) [Internet]. 2020;6736(20):1–15. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/32497510

Leave a Reply