Untuk apa penyintas mendapatkan vaksin COVID-19?

Akhir-akhir ini, proses vaksinasi COVID-19 sudah dimulai di berbagai negara. Indonesia juga sudah memulai vaksinasi sejak 13 Januari 2021 untuk para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan[1] [2]. Lalu, mulai banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai vaksin COVID-19, salah satunya perlukah penyintas mendapatkan vaksin COVID-19? Beberapa orang mengatakan bahwa penyintas tidak perlu diberikan vaksin karena sudah mempunyai antibodi alamiah setelah terapar, namun ada pula yang mengatakan penyintas tetap perlu mendapatkan vaksin karena adanya kemungkinan reinfeksi. Lalu, manakah yang benar?

Penyintas COVID-19 menghasilkan antibodi alamiah

Memang benar bahwa pada orang yang sudah terkena COVID-19 akan terbentuk antibodi alamiah. Antibodi ini akan membentuk sistem kekebalan yang mengingat virus covid-19, sehingga jika virus datang kembali, maka tubuh sudah siap untuk melawan dan mencegah reinfeksi. Namun, perlindungan kekebalan tubuh terhadap virus SARS-Cov-2 ini bisa turun bahkan hilang setelah 2-3 bulan[3]. Setelah itu, penyintas juga bisa kembali beresiko terinfeksi virus corona. Vaksin COVID-19 bisa memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang lama, sehingga vaksinasi untuk para penyintas tetap diperlukan.

Kapan penyintas mendapatkan vaksin COVID-19?

Menurut Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penyintas mendapatkan vaksin COVID-19 jika sudah sembuh minimal 3 bulan layak mendapatkan vaksin COVID-19[4]. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin tetap bisa diberikan kepada pasien COVID-19 yang sudah sembuh dan boleh selesai isolasi mandiri[5]. Lalu, CDC juga mengungkapkan bahwa reinfeksi jarang sekali terjadi pada 90 hari sejak terinfeksi, sehingga pemberian vaksin boleh ditunda hingga mendekati hari ke 90[5]. Saat ini, pemerintah tidak memprioritaskan penyintas mendapatkan vaksin COVID-19 karena terbatasnya jumlah vaksin dan sudah terbentuknya antibodi secara alamiah jika sudah pernah terpapar virus COVID-19.

Bagaimana dengan keamanannya?

Saat ini masih belum ada penelitian atau studi yang membahas keamanan dari vaksin untuk para panyintas COVID-19. CDC pun mengungkapkan bahwa para ahli masih terus mempelajari mengenai antibodi alamiah dan antibodi yang diperoleh dari vaksin[5]. Dr Dominicus Husada, Sp. A(K) selaku Kepala Divisi Penyakit Infeksi dan Tropis Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga juga menghimbau masyarakat untuk tidak perlu takut melakukan vaksin karena bisa meningkatkan antibodi dan sebagai booster[6]. Sampai saat ini vaksin boleh diberikan kepada penyintas COVID-19.

Dari pemaparan diatas, bisa disimpulkan bahwa penyintas mendapatkan vaksin COVID-19 untuk pencegahan reinfeksi. Pemberian vaksin juga bukan satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari COVID-19. Vaksinasi untuk mendorong terbentuknya herd immunity juga harus diimbangi dengan pelaksaaan protokol kesehatan yang ketat agar mengurangi resiko infeksi[7][8]. Untuk itu, jangan ragu untuk melakukan vaksinasi sesuai waktu giliran dari pemerintah ya. (BIL)

Referensi

  1. Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 2021, Inilah Tahapan Vaksinasi COVID-19, dilihat 11 Februari 2021, https://covid19.go.id/masyarakat-umum/inilah-tahapan-vaksinasi-covid-19-2.
  2. Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 2021, Sepertiga dari Sasaran SDMK telah Menerima Vaksin, dilihat 11 Februaru 2021, https://covid19.go.id/berita/sepertiga-dari-sasaran-sdmk-telah-menerima-vaksin.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,2020, Antibodi dan Kekebalan Corona Bisa Hilang Setelah Pasien Sembuh, dilihat 11 Februari, http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-ilmiah/antibodi-dan-kekebalan-corona-bisa-hilang-setelah-pasien-sembuh.
  4. Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Indonesian society of Internal Medicine), 2021, Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 (Coronovac), dilihat 11 Februari 2021, https://www.papdi.or.id/berita/info-papdi/1009-rekomendasi-papdi-tentang-pemberian-vaksinasi-covid-19.
  5. Center for Disease Control and Prevention (CDC), 2021, Which lasts longer, immunity after getting COVID-19 or protection from COVID-19 vaccines?, dilihat 11 Februari, https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/faq.html.
  6. JawaPos, 2021, Vaksinasi Tidak untuk Penyintas COVID-19, dilihat 11 Februari 2021, https://www.jawapos.com/surabaya/20/01/2021/vaksinasi-tidak-untuk-penyintas-covid-19/.
  7. Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 2021, Vaksin dan Protocol Kesehatan Saling Melengkapi sebagai Lapisan Proteksi, dilihat 11 Februari 2021, https://covid19.go.id/berita/vaksin-dan-protokol-kesehatan-saling-melengkapi-sebagai-lapisan-proteksi.
  8. Yunanta, Kolegia, 2020, Covid Bisa Menempel Di 7 Benda Di Sekitar Anda. https://alinamed.com/blog/index.php/2020/07/25/awas-covid-bisa-menempel-di-7-benda-di-sekitar-anda/
Leave a Reply