Belakangan ini ramai dibicarakan video tentang seorang ibu yang merekam si kecil kejang di rumah dan tidak sadarkan diri.

Banyak warganet yang menghujat dan menyalahkan tindakan tersebut, namun tidak sedikit juga yang membela dan membenarkan. Bagaimana yang benar? Apa yang harus dilakukan jika mendapati si kecil kejang di rumah? Yuk simak penjelasan berikut!

Apa itu kejang?

Seperti yang kita tahu, otak kita terdiri dari berjuta-juta sel saraf yang berhubungan satu sama lain melalui aktivitas listrik. Aktivitas listrik yang tidak normal dan berlebih pada saat yang bersamaan pada otak dapat menimbulkan terjadinya kejang. Kejang tidak selalu bermanifestasi sebagai kelonjatan tubuh yang terjadi secara tiba-tiba. Kejang juga dapat bermanifestasi sebagai hilangnya kesadaran selama beberapa detik, kekakuan atau hilangnya kekuatan beberapa otot tubuh, serta perilaku yang aneh dan tidak biasa dilakukan (1).

Apakah penyebab si kecil kejang di rumah?

Terdapat beberapa keadaan yang dapat menyebabkan si kecil kejang di rumah. Kejang akibat demam tinggi merupakan hal yang kerap kali ditemukan pada anak (3-5%). Dikatakan kejang akibat demam apabila terjadi pada anak usia 6 bulan – 5 tahun dengan demam (> 38,3o,C), tidak pernah kejang tanpa sebab yang jelas sebelumnya dan tanpa adanya tanda-tanda infeksi dalam otak. Sebagian besar kejang demam tidak berbahaya dan tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang (2).

Penyebab kejang yang lain dapat berupa gangguan di dalam otak baik karena trauma maupun infeksi, kadar gula darah yang tidak normal dan gangguan keseimbangan elektrolit. Kejang juga dapat disebabkan karena penyebab lain yang tidak diketahui, atau biasa dikenal dengan istilah idiopathic seizure (2).

Lalu, apa yang harus dilakukan saat anak kejang di rumah?

Meski tampak menakutkan, namun sebagian besar kejang pada anak tidak berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya 10% anak akan mengalami satu episode kejang selama hidupnya, dan hanya 1-2% dari populasi total yang mengalami kejang berulang (3). Hal terpenting yang harus dilakukan oleh orang tua jika si kecil kejang di rumah adalah untuk tidak panik dan segera melakukan hal berikut (4):

  1. Meletakkan anak pada tempat yang luas dan aman dan menjauhkan benda-benda dari sekitar anak
  2. Posisikan anak dalam keadaan miring untuk menghindari tersedaknya air liur atau muntahan. Air liur dan muntahan yang tertelan pada saat anak kejang dapat menyebabkan terganggunya jalan napas
  3. Kendorkan pakaian anak terutama pada bagian leher
  4. Jangan memeluk atau berusaha menghentikan kelonjatan pada anak. Hal ini tidak akan memberhentika kejang dan justru membuat anak semakin tidak nyaman
  5. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut karena dapat menimbulkan trauma dan mengganggu jalan napas
  6. Jangan memberi anak makanan dan minuman serta obat-obatan melalui mulut hingga anak sadar sepenuhnya
  7.  Catat waktu berapa lama anak kejang, ukur suhu tubuh dan rekam anak saat kejang apabila memungkinkan. Merekam si kecil kejang di rumah akan membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan memberikan terapi

Anak mungkin akan tampak mengantuk dan lemah selama beberapa saat setelah kejang. Anda juga bisa melihat dari kondisi bibir si bayi(5). Temani dan biarkan anak istirahat setelah kejang dan bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penaganan lebih lanjut. Anak yang kejang lebih dari lima menit merupakan salah satu tanda kegawatan, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera (QRA).

Referensi:

  1. Minardi et al, 2019. Epilepsy in Children: From Diagnosis to Treatment with Focus on Emergency. J Clin Med. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6352402/
  2. Fine and Wirrel, 2020. Seizures in Children. Pediatrics in Review.Available from: https://pedsinreview.aappublications.org/content/41/7/321
  3. Brooks J, 2000. What To Do If Your Child Has a Seizure. Available from: https://www.webmd.com/children/news/20000911/what-to-do-if-your-child-has-seizure
  4. Cronan K. M., 2018. First Aid: Seizure. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/seizures-sheet.html
  5. Wildan, Ilham. 2020. Bibir Bayi Kerap Alami Pecah – Pecah | Simak Penjelasan Dokter Berikut. https://alinamed.com/blog/index.php/2020/07/28/bibir-bayi-kerap-alami-pecah-pecah-simak-penjelasan-dokter-berikut-ini/
Leave a Reply