Jangan lakukan 6 kebiasaan ini! Ingat, Alina peringatkan! Ada pertanyaan yang paling bikin stres pada pasangan suami istri, seperti “Kapan punya anak ?” atau “Sudah lama nikah kok belum hamil ?”. Wah, kalau sudah seperti itu biasanya langsung dianggap mandul.

Sekali lagi, Alina ingatkan jangan lakukan 6 kebiasaan ini! Penyebab mandul secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah sebab yang sudah ada dalam tubuh dan tidak bisa dihindari, contohnya kelainan genetik dan kelainan struktur maupun fungsi sistem reproduksi. Sedangkan faktor eksternal adalah sebab yang diperoleh dari lingkungan maupun dari kebiasaan yang bisa dihindari/dimodifikasi.

Kali ini Alinamed akan membahas faktor eksternal penyebab kemandulan yang dirangkum dalam 6 kebiasaan yang menyebabkan kemandulan. Check this out !

Yang dimaksud mandul itu bagaimana ?

Mandul atau dalam bahasa medis disebut infertilitas adalah suatu kondisi tidak bisa hamil minimal dalam waktu satu tahun berupaya untuk hamil tanpa menggunakan kontrasepsi [1,2].

6 kebiasaan yang bisa buat kamu mandul

Kebiasaan gaya hidup dan paparan yang kita hadapi sehari-hari berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan kita. Kesuburan adalah salah satu aspek kesehatan yang dipengaruhi oleh kebiasaan gaya hidup. Berikut 6 kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari :

Kebiasaan yang menyebabkan obesitas

Pola makan dengan asupan tinggi lemak, tinggi gula, tinggi garam, daging merah, produk daging olahan, dan produk susu tinggi lemak diperkirakan tidak hanya mempengaruhi kelebihan berat badan tetapi juga menyebabkan gangguan sistem reproduksi. Konsumsi kafein berlebihan juga dapat mengganggu pematangan sel telur [5].

Kurangnya aktifitas fisik juga berkontribusi pada terjadinya obesitas [3].

Obesitas mempengaruhi kapasitas reproduksi pria dan wanita serta memiliki efek emosional dan psikologis pada penderitanya, sehingga mempengaruhi peluang untuk bereproduksi. Dalam hal kesuburan wanita, berat badan sangat memengaruhi produksi hormon reproduksi. Kekurangan atau kelebihan berat badan dapat menghambat pematangan sel telur dan menyebabkan haid tidak teratur. Wanita yang obesitas memiliki risiko tinggi untuk menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang memengaruhi kesuburan, membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa hamil, dan berisiko lebih tinggi terjadi komplikasi selama hamil. Sedangkan pria yang obesitas berisiko lebih tinggi mengalami penurunan kadar hormon testosteron, gangguan produksi sperma, dan penurunan kualitas sperma [2,3].

Terpapar zat-zat berbahaya

Nikotin pada rokok memengaruhi kualitas gerakan sperma. Rokok juga mengandung kadmium dan timbal yang memengaruhi kepadatan sperma dan merusak DNA sperma. Pada wanita, merokok atau terpapar asap rokok menyebabkan kualitas sel telur menurun, meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik [1,2,3].

Konsumsi alkohol berlebihan pada wanita dapat menurunkan kadar hormon seks, gangguan siklus haid, gangguan pematangan sel telur, dan kerusakan DNA sel telur. Sedangkan dampaknya terhadap pria adalah gangguan produksi sperma dan penurunan kualitas sperma [1,2,3].

Polusi udara menghasilkan sel telur dan sel sperma berkualitas buruk. Paparan herbisida, pestisida, insektisida, terapi radiasi, kemoterapi, dan obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi fungsi sel telur serta kemampuan sperma untuk melakukan pembuahan [1,2,3,4].

Stres

Tak satu pun dari kita dapat menghindari stres, namun kita bisa mengelola stres yang timbul. Stres dan kurang tidur berkepanjangan dapat mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk produksi sperma. Terkadang ketidaksuburan itu sendiri dapat menyebabkan stres sehingga penting bagi pasangan untuk menemukan cara yang tepat untuk melepaskan stres selama berusaha untuk hamil [1,3].

Aktivitas fisik berlebihan  

Aktivitas fisik berlebihan yang dilakukan sampai kelelahan, sakit parah/cedera, dan mengganggu tidur yang cukup dapat berdampak negatif bagi kesuburan. Aktivitas fisik berlebihan menghambat pematangan sel telur dan mengurangi produksi hormon progesteron yang penting untuk kehamilan. Oleh karena itu, wanita yang sedang berusaha hamil harus membatasi aktivitas berat tidak lebih dari 5 jam per minggu [1,2,3].

Suhu tinggi di sekitar organ genitalia

Pada pria, aktivitas yang menyebabkan peningkatan suhu di sekitar skrotum juga harus dihindari seperti bersepeda terlalu lama, berendam air panas, mengenakan pakaian dalam ketat, dan meletakkan laptop di pangkuan. Suhu yang tinggi di sekitar skrotum dapat mengganggu produksi dan pematangan sperma. Agar proses tersebut berjalan dengan baik, diperlukan suhu testis yang lebih rendah dari suhu tubuh normal. Itulah sebabnya testis terletak di luar tubuh dengan dibungkus skrotum [1,2,3].

Memiliki banyak pasangan seksual

Memiliki banyak pasangan seksual akan meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual (PMS) seperti Syphilis, Gonorrhea, Chlamydia, Trichomoniasis, dan penyakit radang panggul. Efek PMS dapat menyebabkan kemandulan pada wanita khususnya Gonorrhea dan Chlamydia karena dapat menyebabkan kebuntuan pada saluran telur dan merusak rahim secara permanen [1,2,3,4].

Jangan lakukan 6 Kebiasaan itu ya kawan Alina!

Jika tidak ingin mandul, berhenti melakukan 6 kebiasaan tersebut ya ! [MF]

Referensi

  1. Cleveland Clinic. 2020. Infertility Causes: Types, Risk Factors, Diagnosis & Treatment. [online] Tersedia di: (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16083-infertility-causes) [Diakses pada 18 Februari 2021].
  2. Mayo Clinic. 2019. Infertility – Symptoms and causes. [online] Tersedia di: (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/symptoms-causes/syc-20354317) [Diakses pada 18 Februari 2021].
  3. Berkleycenter. 2019. Did you know that these 14 things can make you infertile?. [online] Tersedia di: (https://www.berkleycenter.com/about-the-berkley-center/blog/2019/september/14-lifestyle-habits-that-can-make-you-infertile/) [Diakses pada 18 Februari 2021].
  4. nhs.uk. 2020. causes of infertility – NHS. [online] Tersedia di: (https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/) [Diakses pada 18 Februari 2021].
  5. Nazni, P., 2014. Association of western diet & lifestyle with decreased fertility. Indian Journal of Medical Research, [online] 140(1), pp.78-81. Tersedia di: (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345758/) [Diakses pada 18 Februari 2021].
  6. Cahyani, 2021. Suami Memarahi Istri Pada Saat Hamil. Tersedia di : https://alinamed.com/blog/index.php/2021/01/14/suami-memarahi-istri-pada-saat-hamil/. [Diakses pada 18 Februari 2021]
Leave a Reply