Merokok selalu menjadi kambing hitam dari berbagai penyakit. Meskipun demikian, zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dipercaya memiliki manfaat terapeutik pada tubuh [1].

Manfaat merokok bagi kesehatan jarang diketahui oleh orang – orang. Namun, studi ilmiah menunjukkan bahwa kerugian merokok jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya. Bukti ilmiah yang terus berkembang menyatakan bahwa nikotin memiliki efek sebagai anti-estrogenik, perubahan produksi prostaglandin, dan stimulasi reseptor nikotinikolinergik dari sistem saraf pusat [2].

Apa saja manfaat merokok bagi kesehatan?

1.      Manfaat pada sistem saraf dan kesehatan mental

Para peneliti sedang melakukan penelitian terhadap nikotin dan senyawa terkait sebagai pengobatan untuk penyakit Alzheimer, Parkinson, Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Perusahaan obat membuat inovasi obat dengan nikotin. ABT-418 dari Abbott Laboratories merupakan obat yang menjanjikan untuk ADHD. Taiho Pharmaceuticals memiliki lisensi obat DMXB-A/GTS-21, yang sedang dalam uji coba awal untuk pengobatan skizofrenia [1,3].

 2.      Manfaat rokok bagi kesehatan pada organ reproduksi wanita

Efek anti esterogenik pada nikotin menyebabkan penurunan kadar hormon esterogen pada wanita yang merokok. Efek ini diharapkan sangat bermanfaat pada penyakit yang timbul akibat kelebihan hormon estrogen, contohnya kanker endometrium, endometriosis, fibroid rahim, dan hipertensi dalam kehamilan [2,3].

 3.      Manfaat rokok bagi kesehatan pada fungsi kognitif, mood dan memori

Terdapat bukti bahwa nikotin dapat merangsang perbaikan segera dan berkelanjutan dalam memori kerja, meningkatkan memori prospektif, menghindari kerusakan kognitif melalui efek langsung pada aktivitas saraf otak. Nikotin juga dapat meningkatkan mood dan konsentrasi pada beberapa individu dengan depresi dan masalah kognitif [3].

 Kalau begitu, boleh dong merokok ?

Meskipun kandungan nikotin dalam rokok memberikan manfaat terhadap beberapa penyakit, namun data yang tersedia masih spekulatif dan tidak cukup kuat untuk menarik kesimpulan [2].

Diperkirakan pada tahun 2004 – 2005, merokok dapat mencegah 148 kematian di Australia. Namun jumlah ini sangat rendah dibandingkan dengan 15.050 kematian akibat merokok pada tahun yang sama. Selain itu, tidak ada yang menyatakan bahwa manfaat merokok dapat menghindarkan dari penyakit lain yang disebabkan oleh rokok. Jadi misalnya, seseorang yang mungkin terhindar dari penyakit Parkinson karena merokok masih memiliki risiko kematian yang signifikan karena penyakit jantung, kanker paru-paru, atau berbagai penyakit lain yang akibat merokok. Sama halnya dengan merokok tidak bisa mencegah penyakit Parkinson pada semua perokok [3].

Jadi kesimpulannya, artikel ini hanya memberikan wawasan mengenai mekanisme nikotin terhadap beberapa penyakit, dan tetap menyarankan bahwa pencegahan dan pengobatan lebih aman daripada merokok [2].

Referensi

  1. Harvard Health Publishing., 2014. Nicotine: It may have a good side – Harvard Health. [online] Harvard Health. Tersedia di: (https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/Nicotine_It_may_have_a_good_side) [Diakses pada 27 Februari 2021].
  2. Baron, J., 1996. Beneficial effects of nicotine and cigarette smoking: the real ,the possible and the spurious. British Medical Bulletin,[online] 52(1), pp.58-73. Tersedia di: (http://bmb.oxfordjournals.org/cgi/reprint/52/1/58) [Diakses pada 27 Februari 2021].
  3. Tobaccoinaustralia.org.au. 2015. 3.28 Health ‘benefits’ of smoking? – Tobacco in Australia. [online] Tersedia di: (https://www.tobaccoinaustralia.org.au/chapter-3-health-effects/3-28-health-benefits-of-smoking-) [Diakses pada 27 Februari 2021].
  4. Permatasari, Intan. 2020. Stop Bahaya Asap Rokok SI Picu Silent Kiler. Tersedia di : (https://alinamed.com/blog/index.php/2020/09/20/stop-bahaya-asap-rokok-picu-si-silent-killer/) [Diakses pada 27 Februari 2021]
1 Comment
Leave a Reply