Air dingin atau air es sering dianggap tidak sehat dan dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti batuk, pilek, sakit kepala dan sakit tenggorokan, terlebih jika minum air es saat musim hujan.

Di musim hujan seperti sekarang, seringkali orang tua melarang anaknya untuk minum air es saat musim hujan karena dianggap dapat membuat anak lebih rentan terkena penyakit. Namun apakah benar air es tidak baik untuk kesehatan? Yuk cek faktanya lebih lanjut!

Setiap harinya, tubuh kita kehilangan cairan melalui napas, urine, dan keringat. Konsumsi air yang cukup dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh agar tidak dehidrasi. Kebutuhan cairan tiap orang dapat berbeda-beda. Pada dewasa, konsumsi air yang disarankan dalam sehari yaitu sebanyak dua liter atau sekitar delapan gelas berukuran 230ml. Perlu diingat bahwa asupan cairan tubuh tidak hanya didapat dari minuman namun juga makanan. Cairan dari makanan memberikan sekitar 20% dari asupan cairan tubuh dan paling banyak diperoleh dari buah dan sayur(1). Konsumsi air es maupun air hangat tidak berpengaruh terhadap banyak kebutuhan cairan yang dibutuhkan.

Apakah ada penelitian terkait minum es saat musim hujan?

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa konsumsi air es dapat menyebabkan nasal mucous atau ingus menjadi lebih kental dan lebih sulit untuk dikeluarkan. Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa konsumsi air hangat membuat ingus lebih cair, membantu melegakan napas dan dapat meredakan gejala hidung tersumbat(2). Konsumsi air es tidak disarankan pada orang yang sedang sakit flu atau gangguan pernapasan lain karena dapat memperberat gejala yang sudah ada. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa air es dapat menyebabkan penyakit flu. Penyakit flu disebabkan karena infeksi virus atau bakteri dalam tubuh.

Pada beberapa penderita migraine, konsumsi air es dapat memicu kekambuhan dan serangan akut. Air es juga diketahui dapat memperburuk gejala pasien dengan kelainan anatomis dan fungsional yang menyebabkan pasien sulit menelan makanan dan minuman (akalasia). Pada penderita akalasia, konsumsi air hangat lebih disarankan karena dapat meringankan gejala yang dialami(3).

Tidak hanya memiliki efek negatif, ternyata air es dianjurkan untuk dikonsumsi dalam beberapa keadaan tertentu. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi air es dapat meningkatkan stamina dan performa atlet. Air dengan suhu 16oC juga disarankan untuk dikonsumsi setelah olahraga. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa air dingin dapat mendorong orang untuk lebih banyak minum dan berkeringat lebih sedikit sehingga dapat mencegah dehidrasi. Konsumsi air hangat setelah olahraga atau pada suhu yang panas tidak dianjurkan karena cenderung membuat orang lebih tidak merasa haus dan berkeringat lebih banyak sehingga meningkatkan resiko dehidrasi (4).

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa minum air es saat musim hujan dapat menyebabkan penyakit flu. Meskipun begitu, konsumsi air dingin tidak disarankan pada penderita flu, migraine dan akalasia karena dapat memperburuk gejala yang dialami. Konsumsi cairan yang cukup, baik dari air dingin maupun air hangat diimbangin dengan makanan dengan gizi seimbang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh(5) (QRA).

Referensi:

  1. KEMENKES RI, 2018. Berapa Takaran Normal Air Agak Tidak Kekurangan Cairan Dalam Tubuh? Accssed on: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infograpihc-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/14/berapa-takaran-normal-air-agar-tidak-kekurangan-cairan-dalam-tubuh#:~:text=Kebutuhan%20cairan%20tiap%20orang%20berbeda,pada%20tubuh%20yaitu%20sekitar%2020%25.
  2. Sakethoo et al, 1978. Effects of Drinking Hot Water, Cold Water, and Chicken Soup on Nasal Mucus Velocity and Nasal Airflow Resistance. Chest 74(4):408. Accessed on: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/359266/
  3. Ren et al, 2012. Response od Esopagus to High and Low Temperatures in Patients With Achalasia. J Neurogastroenterl Motil 18(4): 391 – 298. Accessed on: http://www.jnmjournal.org/journal/view.html?doi=10.5056/jnm.2012.18.4.391
  4. Hosseionlou et al, 2013. The Effect of Water Temperature an Voluntary Drinking on the Post Rehydration Sweating. Int J Clin Ecp Med 6(8): 682-687. Accessed on: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3762624/
  5. Izzati, 2021. Sering Sepelehkan Sarapan Pagi? Yuk Cek 5 Manfaatnya! https://alinamed.com/blog/index.php/2021/02/15/sering-sepelehkan-sarapan-pagi-yuk-cek-5-manfaatnya/
Leave a Reply