Burnout merupakan bentuk kelelahan fisik, mental dan emosional yang terjadi karena stress yang dialami dalam jangka waktu lama, di dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional yang tinggi. Kali ini Alina akan membahas mengenai cara menangani burnout karena pekerjaan rutin dengan baik.

Burnout adalah keadaan stres yang dialami individu dalam jangka waktu yang lama dan dengan intensitas yang cukup tinggi, ditandai dengan kelelahan fisik, mental, emosional serta rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri yang mengakibatkan individu merasa terpisah dari lingkungannya[1]. Burnout juga diartikan sebagai kondisi tertekan dalam bekerja atau kehilangan semangat dalam bekerja. Kondisi ini termasuk ke dalam respon lanjut dari emosi dan tekanan interpersonal. Orang yang mengalami burnout akan menjadi cepat lelah, kehilangan jati diri, dn kehilangann kemampuan untuk menunjukkan kemampuan diri[2]. Sindroma burnout dapat terjadi pada pekerja apapun, namun paling sering terjadi pada pekerja dengan intensitas kontak interpersonal yang cukup tinggi, seperti perawat di rumah sakit, pekerja sosial, guru, dan polisi. Burn out karena pekerjaan rutin kerap terjadi, dan bahkan kita tidak menyadarinya.

Terdapat tiga komponen dalam burnout, yakni emotional exhaustion (keterlibatan emosi yang menyebabkan energi dan sumber-sumber dirinya terkuras oleh satu pekerjaan), depersonalizat ion (sikap dan perasaan yang negatif terhadap klien atau pasien), dan perceive inadequacy of perceive acconrphshment (penilaian diri negatif dan perasaan tidak puas dengan performa pekerjaan)[1]. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya burnout dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi usia, harga diri dan karakteristik kepribadian. Faktor eksternal meliputi kurangnya kesempatan untuk promosi, imbalan yang diterima tidak memenuhi, kurangnya dukungan sosial dari atasan,tuntutan pekerjaan yang monoton. Lingkungan kerja dinilai menjadi faktor  penting dalam perkembangan kondisi burnout karena pekerjaan rutin [3].  

Ciri-ciri orang mengalami burnout

Berikut ini ciri-ciri orang yang mengalami burnout karena pekerjaan[1]:

  • Kelelahan yang merupakan proses kehilangan energi disertai keletihan.
  • Lari dari kenyataan
  • Kebosanan dan sinisme
  • Tidak sabaran dan mudah tersinggung
  • Merasa hanya dirinya yang dapat menyelesaikan semua pemasalahan,
  • Merasa tidak dihargai,
  • Mengalamidisorientasi
  • Keluhan psikosomatis.
  • Curiga tanpa alasan.
  • Depresi.
  • Penyangkalan.

Atasi burnout karena pekerjaan dengan hal di bawah ini

Berpikir positif

Berpikir positif dapat memperbaiki ataupun mencegah mood yang buruk. Dengan berpikir positif, anda akan mempunyai emosi yang lebih stabil dan tidak terbawa suasana. Jangan biarkan suasana mengontrol pikiran anda, namun andalah yang mengontrol pikiran anda sendiri.

Mempunyai support system yang baik

Jika anda sudah merasa tertekan dengan pekerjaan, anda sebaiknya bercerita atau curhat ke teman atau keluarga dekat. Bercerita dalam meringankan beban pikiran anda. Oleha karena itu, memiliki support system yang baik akan membantu mengatasi anda ketika burnout. Bagi anda yang merasa belum memiliki support system maka carilah orang yang membuat anda nyaman dan bisa menjadi pendengar yang baik.  Bagi anda yang sudah memiliki support system yang baik, maka pertahankan hubungan dengan mereka.

Pergi berlibur

Berlibur menjadi cara yang menyenangkan untuk menenangkan pikiran. Carilah waktu yang tepat untuk pergi ke tempat yang belum pernah anda datangi atau tempat yang membuat anda tenang. Anda bisa berlibur sendiri atau bersama support system anda.  Setelah berlibur anda akan lebih termotivasi lagi untuk bekerja.

Lakukan hobi disamping bekerja

Hobi adalah suatu kegiatan yang anda sukai dan dapat membuat anda bergairah. Melakukan hobi dapat mengalihkan anda dari burnout karena pekerjaan. Jika anda terfokus kepada hal-hal yang membuat anda senang, ide-ide kreatif untuk bekerja pun akan muncul sendirinya.

Pola hidup yang benar

Pola hidup yang benar meliputi makan nutrisi yang seimbang, tidur cukup,dan olahraga teratur. Menurut penelitian, konsumi diet tinggi buah, sayur, biiji-bijian, dan batasi konsumsi diary product dapat menurunkan tingkat stres seseorang[4][5]. Dengan menerapkan pola hidup yang sehat, badan anda akan lebih siap menerima stressor dari pekerjaan dengan baik.

Burnout karena pekerjaan memang tidak diharapkan dan akan membuat dampak yang buruk jika berkepanjangan seperti gangguan cemas atau depresi. oleh karena itu, burnout karena pekerjaan harus ditangani dengan baik. Lebih baik lagi jika anda dapat mencegah terjadinya burnout dengan menerapkan tips yang Alina berikan, selamat mencoba [NBL]

Referensi:

  1. Mutiasari, 2010, Strategi mengatasi burnout di tempat kerja, Jurnal Pro Bisnis, Vol.3 No.1, https://ejournal.amikompurwokerto.ac.id/index.php/probisnis/article/download/293/267 
  2. Maslach C, Schaufeli WB, Leiter MP: Job Burnout. Annu Rev Psychol 2001; 52:397-422
  3. Friganović A, Selič P, Ilić B, Sedić B. Stress and burnout syndrome and their associations with coping and job satisfaction in critical care nurses: a literature review. Psychiatr Danub. 2019 Mar;31(Suppl 1):21-31. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30946714/
  4. Sharon, Karr, 2019, Avoiding physician burnout through physical, emotional, and spiritual energy, current opinion in cardiology, vol. 34, issue 1, p:94-97, https://journals.lww.com/co-cardiology/Abstract/2019/01000/Avoiding_physician_burnout_through_physical,.15.aspx 
  5. Izzati, Nabila, 2021, Diam mengarah ke depresi, apakah benar kalau selalu?, Alinamed, https://alinamed.com/blog/index.php/2021/02/18/diam-mengarah-ke-depresi-apakah-benar-kalau-selalu/ (dilihat 8 Maret 2021).
Leave a Reply