Ketika seorang wanita mencurigai dirinya sedang hamil, hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan melakukan tes kehamilan sendiri di rumah. Namun, munculnya dua garis biru pada alat tes kehamilan sebenarnya tidak 100% benar menunjukkan adanya kehamilan.

Kali ini Alinamed akan membahas kemungkinan penyebab hasil positif palsu atau hasil tes positif, tapi sebenarnya tidak hamil pada alat tes kehamilan.

Gimana sih cara kerja alat tes kehamilan?

Tes kehamilan memeriksa kadar hormon hCG yang terkandung dalam air kencing dan darah. Hormon hCG dihasilkan setelah sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Kadar hormon hCG meningkat dengan cepat sekitar 6 hari setelah pembuahan, dan kadarnya terus meningkat 2 kali lipat setiap 2 hingga 3 hari [1].

Apa saja jenis tes kehamilan yang tersedia?

Terdapat 2 jenis tes kehamilan yaitu tes kehamilan yang menggunakan sampel darah dan tes kehamilan yang menggunakan sampel air kencing:

1.     Darah

Cara ini biasanya digunakan oleh dokter dan tidak dijual bebas. Tes ini dapat bersifat kualitatif (mendeteksi ada atau tidaknya hormon hCG dalam darah) maupun bersifat kuantitatif (mengetahui jumlah hormon hCG dalam darah). Tes yang bersifat kuantitatif dapat mendeteksi jumlah hormon hCG yang rendah seperti pada masalah kehamilan ektopik, atau ketika kadar hormon hCG turun dengan cepat setelah keguguran [1].

2.     Air kencing

Cara ini sangat umum dan mudah digunakan, namun hanya bersifat kualitatif sehingga masih mungkin terjadi hasil positif palsu. Akurasi tes ini dapat mencapai 99% jika digunakan sesuai instruksi yang benar, yakni setelah hari pertama haid terlewat dan dilakukan pada pagi hari, karena air kencing lebih pekat sehingga hormon hCG terkonsentrasi dengan baik [1].

Apa saja penyebab hasil positif palsu pada alat tes kehamilan

1.      Pembacaan alat test kehamilan melebihi batas waktu yang ditentukan

Saat melakukan tes kehamilan menggunakan sampel air kencing, penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat. Setiap merek memiliki instruksi khusus.Pada umumnya tes harus dibaca hasilnya dalam waktu 4 – 5 menit setelah dicelupkan ke air kencing. Jika hasil dibaca melebihi waktu yang ditentukan, maka akan tampak seperti hasil tes yang positif. Hal ini bukanlah tes kehamilan positif, tetapi sisa garis penguapan akibat air kencing [2].

2.      Setelah mengalami keguguran atau aborsi

Setelah mengalami keguguran atau aborsi, kadar hormon hCG mulai turun secara perlahan. Biasanya, hormon hCG menurun dalam antara 9 – 35 hari. Melakukan tes kehamilan dalam periode waktu tersebut dapat menghasilkan hasil tes positif palsu. Terkadang seorang wanita mengalami keguguran yang tidak lengkap, sehingga meninggalkan sisa jaringan kehamilan di dalam rahim yang terus memproduksi hormon hCG sehingga dapat menghasilkan hasil tes positif palsu [2].

3.      Mola Hidatidosa / Hamil anggur

Kehamilan mola disebabkan oleh kelainan genetik saat pembuahan. Pada kehamilan mola lengkap jaringan embrio sama sekali tidak terbentuk. Sedangkan pada kehamilan mola parsial, jaringan embrio dan plasenta masih terbentuk namun jaringan plasenta berkembang menyerupai sekumpulan buah anggur (kumpulan kantung kecil berisi cairan) [2]. Tanda klinis kehamilan mola adalah perdarahan vagina, ukuran rahim lebih besar daripada ukuran rahim pada kehamilan normal, mual muntah hebat hingga dehidrasi, dan peningkatan jumlah hormon hCG yang sangat tinggi [3].

4.      Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim, biasanya di salah satu saluran telur. Gejala kehamilan ektopik adalah keterlambatan haid, tes kehamilan positif, dan ukuran rahim lebih kecil dari ukuran rahim pada keadaan normal. Gejala yang menandakan masalah serius terjadi apabila embrio yang tertanam di luar rahim terus berkembang hingga akhirnya pecah, Hal ini dapat menyebabkan nyeri perut hebat, perdarahan vagina, infeksi rongga perut, dan bahkan dapat mengancam nyawa [4].

5.      Kondisi medis lain

Kondisi medis yang dapat menyebabkan peningkatan hormon hCG meskipun sedang tidak hamil [2,5], yaitu :

  • Penyakit pada kelenjar pituitari di otak
  • Trophoblastic gestasional disease yang menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada sel-sel yang membentuk plasenta
  • Kanker ovarium, kanker hati, kanker payudara, kanker paru, dan kanker pada organ perut

6.      Obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan tes kehamilan positif palsu [1,2], yaitu :

  • Kandungan hCG sebagai bahan aktif untuk mengobati kemandulan
  • Anti kejang
  • Hipnotika/sedative

Nah, jika dua garis biru muncul pada alat tes kehamilan, sebaiknya anda tidak langsung mengambil kesimpulan. Akan lebih baik jika anda memastikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG kehamilan dan tes hCG darah untuk memastikan apakah benar hamil atau tidak.

 

Daftar Pustaka

1.      Nazario, B., 2020. Pregnancy Tests. [online] WebMD. Tersedia di: (https://www.webmd.com/baby/guide/pregnancy-tests#1) [Diakses pada 17 Februari 2021].

2.      Smith, L., 2017. False-positive pregnancy test: 5 possible causes. [online] Medicalnewstoday.com. Tersedia di: (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319803#medications) [Diakses pada 17 Februari 2021].

3.      Ladde, J., 2011. Molar Pregnancy with False Negative β-hCG Urine in the Emergency Department. West Journal Emergency Medicine, [online] 12(2), pp.213-215. Tersedia di: (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3099610/) [Diakses pada 17 Februari 2021].

4.      nhs.uk. 2018. Ectopic pregnancy. [online] Tersedia di: (https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/) [Diakses pada 17 Februari 2021].

5.      Labtestsonline.org. 2021. hCG Tumor Marker | Lab Tests Online. [online] Tersedia di: (https://labtestsonline.org/tests/hcg-tumor-marker) [Diakses pada 17 Februari 2021].

6. N, Mifta. Jangan Lakukan 5 Kebiasaan Ini, Bisa Buat Kamu Mandul. Alinamed. (https://alinamed.com/blog/index.php/2021/02/25/jangan-lakukan-6-kebiasaan-ini-bisa-buat-kamu-mandul/

Leave a Reply