Pada tahun 2020, terdapat 2,3 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan 685.000 kematian akibat kanker payudara secara global. Sebanyak 7,8 juta wanita hidup didiagnosis kanker payudara dalam lima tahun terakhir, menjadikannya kanker dengan jumlah terbanyak di dunia [2].

Siapa yang Berisiko Tinggi

Beberapa wanita mungkin terkena kanker payudara walaupun tidak memiliki faktor risiko. Begitu juga sebaliknya, wanita yang memiliki faktor risiko belum tentu terkena kanker payudara dan tidak semua faktor risiko menimbulkan efek yang sama. Kepentingan mengetahui faktor risiko adalah untuk meningkatkan kewaspadaan sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan.

Berikut adalah kelompok wanita yang berisiko tinggi [3,4,5]

  • Usia lebih dari 50 tahun.
  • Menstruasi pertama terjadi sebelum usia 12 tahun (early menarche)
  • Menopause setelah usia 55 tahun (late menopause)
  • Hamil pertama berusia lebih dari 30 tahun
  • Tidak pernah menyusui
  • Tidak pernah hamil
  • Riwayat kanker payudara sebelumnya, kanker pada keluarga, radioterapi pada area dada di usia kurang dari 30 tahun, dan penggunaan obat hormonal, termasuk KB hormonal selama lebih dari 10 tahun
  • Gaya hidup pasif
  • Berat badan berlebih
  • Konsumsi alkohol

Deteksi Dini Kanker Payudara pada Wanita Risiko Tinggi

Wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara harus rutin skrining MRI payudara dan mammografi setiap tahun, biasanya dimulai pada usia 30 tahun [3].

Deteksi Dini Kanker Payudara pada Wanita Risiko Rendah

  • Berusia 40 – 44 tahun memiliki pilihan untuk memulai skrining dengan mammografi setiap tahun
  • Mempunyai usia 45 – 54 tahun harus skrining mamografi setiap tahun
  • Wanita berusia lebih dari 55 tahun  dapat memilih skrining mamografi setiap dua tahun sekali atau tetap melanjutkan mamografi setiap tahun [3]

SADARI (pemerikSAan payuDAra sendiRI) [6]

Anda juga dapat melakukan cara mudah untuk memeriksa payudara sendiri. Meskipun demikian, kunjungan ke dokter untuk skrining rutin seperti yang sudah dijelaskan di atas tetap harus dilakukan ya.

Langkah 1:

  • Mulailah dengan melihat payudara Anda di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggul.
  • Yang harus Anda lihat: Ukuran, bentuk, dan warna kulit yang normal
  • Jika Anda melihat salah satu dari perubahan berikut, segera periksa ke dokter
  • Lesung pipit, kerutan, atau penonjolan pada kulit
  • Puting yang posisinya berubah atau terdorong ke dalam
  • Kemerahan, nyeri, ruam, atau bengkak
  • Keluar cairan dari salah satu atau kedua puting (bisa berupa cairan atau darah yang encer, seperti susu, atau kuning

Langkah 2:

Angkat lengan Anda dan lihat seperti pada Langkah 1

Langkah 3:

  • Raba payudara Anda pada posisi berbaring.  
  • Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri, dan sebaliknya
  • Gunakan sentuhan yang kuat dan halus dengan ujung jari tangan Anda
  • Usahakan jari-jari tetap menyatu
  • Raba seluruh payudara dari atas ke bawah, dari sisi ke sisi, dari tulang selangka ke bagian atas perut, dan dari ketiak hingga belahan dada
  • Raba dengan arah vertikal, horizontal, memutar, dan radier

Langkah 4:

  • Terakhir, raba payudara Anda (sama dengan  Langkah 3) saat berdiri atau duduk dengan mengangkat satu lengan
  • Banyak wanita menemukan bahwa cara termudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika kulitnya basah dan licin, jadi mereka suka melakukan langkah ini saat mandi

Anda juga dapat melakukan cara mudah untuk memeriksa payudara sendiri. Meskipun demikian, kunjungan ke dokter untuk skrining rutin seperti yang sudah dijelaskan di atas tetap harus dilakukan ya.

References:

  1. National Breast Cancer Foundation. 2021. Breast Cancer Early Detection – National Breast Cancer Foundation. [online] Tersedia di: (https://www.nationalbreastcancer.org/early-detection-of-breast-cancer/ ) [Diakses pada 27 April 2021].
  2. Who.int. 2021. Breast cancer. [online] Tersedia di: (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer ) [Diakses pada 27 April 2021].
  3. American Cancer Society. 2021. ACS Breast Cancer Early Detection Recommendations. [online] Tersedia di: (https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/american-cancer-society-recommendations-for-the-early-detection-of-breast-cancer.html ) [Diakses pada 27 April 2021].
  4. Cdc.gov.2020. What Are The Risk Factors For Breast Cance… | CDC. [online] Tersedia di: (https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/risk_factors.htm ) [Diakses pada 12 Mei 2020]
  5. Sun, Y., Zhao, Z., Yang, Z., Xu, F., Lu, H., Zhu, Z., Shi, W., Jiang, J., Yao, P. and Zhu, H., 2017. Risk Factors and Preventions of Breast Cancer. International Journal of Biological Sciences, [online] 13(11), pp.1387-1397. Tersedia di: (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5715522/#!po=0.595238 ) [Diakses pada 12 Mei 2020]
  6. Boraas, M. and Gupta, S., 2021. Breast Self-Exam: How to Check for Lumps and Other Breast Changes. [online] Breastcancer.org. Tersedia di: (https://www.breastcancer.org/symptoms/testing/types/self_exam ) [Diakses pada 27 April 2021].
  7. N, Mifta. 2021. Alinamed. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/06/09/ketika-seorang-wanita-mencurigai-dirinya-sedang-hamil-hal-yang-paling-mudah-dilakukan-adalah-dengan-melakukan-tes-kehamilan-sendiri-di-rumah-namun-munculnya-dua-garis-biru-pada-alat-tes-kehamilan-se/ [Diakses pada 27 April 2021].

Leave a Reply