Saat ini, beberapa orang terlihat memakai masker dobel, sebenarnya perlu atau tidak?

Salah satu protokol kesehatan yang sedang digencar-gencarkan saat ini adalah pemakaian masker. Pemakaian masker yang baik dan benar adalah langkah tepat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Setiap jenis masker mempunyai tingkat perlindungan yang berbeda, oleh karena itu, masyarakat diharapkan memilih masker yang baik dalam menyaring udara dan droplet, serta mempunyai beberapa lapisan[1]. Bagaimana dengan masker dobel?

Diperbolehkan memakai masker dobel berupa masker kain dan masker bedah sekali pakai

Saat memakai masker, pastikan masker menutupi bagian hidung dan mulut dengan rapat tanpa celah. Terkadang, terdapat celah saat memakai satu lapis masker bedah. Celah inilah yang akan membuat udara dan droplet dapat masuk. Oleh karena itu, penggunaan masker dobel dengan masker kain diatas masker bedah sekali pakai disarankan untuk menutupi celah tersebut[2]. Untuk memastikan tidak terdapat celah, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah, seperti menangkupkan kedua tangan di kiri kanan wajah dan merasakan tidak ada celah, merasakan tidak ada udara yang mengarah ke mata dan hidung, merasakan udara keluar di depan masker dengan melihat pergerakan masker setiap kali bernafas.

Masker kain memang direkomendasikan untuk dipakai masyarakat karena bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Idealnya, masker kain dapat dipakai maksimal 4 jam dan harus diganti dengan masker yang baru dan bersih. Masker kain yang baik adalah yang mempunyai 3 lapisan kain[3]. Lapisan pertama adalah lapisan kain hidrofilik seperti bahan katun, lapisan kedua adalah kain yang mendukung penyaringan lebih baik seperti katun atau polyester, serta lapisan ketiga adalah lapisan paling luar dapat menggunakan lapisan hidrofobik atau anti air seperti polypropylene.  Masyarakat diharapkan membawa beberapa masker untuk cadangan saat beraktivitas di luar.

Tidak disarankan mendobel masker bedah dan masker bedah

Masker bedah sekali pakai tidak dibuat untuk menutupi hidung dan mulut dengan rapat, oleh karena itu mendobel masker bedah sekali pakai tidak akan mencegah udara masuk lebih baik[2]. Saat menggunakan masker bedah, pastikan melengkukan kawat hidung agar mencegah udara keluar melalui bagian atas masker. Pemakaian masker dobel dengan dua masker bedah tidak disarankan. Masyarakat disarankan memakai masker kain dan masker bedah jika harus keluar dan bertemu banyak orang.

Tidak disarankan mendobel masker KN95 dengan masker lain

Masker KN95 dibuat untuk menutupi hidung dan mulut dengan rapat, sehingga penggunaan satu masker KN95 sudah cukup efektif untuk mencegah udara dan droplet masuk[2]. Jika memakai masker jenis KN95, pastikan tetap dapat bernafas dengan baik. Untuk saat ini, pemakaian masker dobel dengan dua masker KN95 atau dengan masker lain tidak disarankan.

Beberapa hal diatas perlu diperhatikan dalam pemakaian masker dobel. Tidak hanya pemakaian masker dengan benar, masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan lainnya yakni menjaga jarak minimal 1 meter dan menghindari kerumunan. Penerapan protokol kesehatan dengan ketat dan benar diharapkan dapat mencegah penyebaran virus COVID-19[4]. Tetap waspada dan selalu memperbarui info mengenai COVID-19[5].  

Referensi:

  1. Centers  for Disease Control and Prevention (CDC), 2021, Your Guide to Masks, https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/about-face-coverings.html (dilihat 24 Februari 2021).
  2. Centers  for Disease Control and Prevention (CDC), 2021, Improve How Your Mask Protects You, https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/your-health/effective-masks.html (dilihat 24 Februari 2021). 
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021, Begini Aturan Pemakaian Masker Kain yang Benar, https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200609/5834051/begini-aturan-pemakaian-masker-kain-benar/ (dilihat 24 Februari 2021).
  4. Centers  for Disease Control and Prevention (CDC), 2021, Masks Protect You & Me, https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/masks-protect-you-and-me.html (dilihat 24 Februari 2021).
  5. Swatan, Jovian Philip, 2020, Heboh Kasus Kematian Saat Bersepeda, Benarkah Masker Jadi Penyebab, Alinamed, https://alinamed.com/blog/index.php/2020/07/23/kasus-kematian-saat-bersepeda-masker-jadi-penyebab/  (dilihat 24 Februari 2021).
Leave a Reply