Diare pada si kecil sering terjadi dan membuat para Bunda panik

Berdasarkan survei, dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia[1]. Penyebab utama kematian akibat diare pada anak adalah penanganan yang tidak tepat baik di rumah maupun di sarana kesehatan. Diare pada si kecil memang tidak boleh disepelekan, namun Bunda tetap bisa tenang jika mengetahui penanganan yang benar.

Kenali diare lebih dekat

Diare adalah kondisi buang air besar lebih sering (lebih dari 3 kali per hari) dan tinja menjadi lebih encer dari biasanya[2]. Diare dapat disebabkan karena virus, bakteri, maupun parasite. Pada anak-anak, penyebab tersering adalah virus (60-70%), terutama Rotavirus, diikuti bakteri (10-20%), lalu parasite (10%). Kuman biasanya menyebar lewat makanan atau minuman yang tercemar atau kontak langsung dengan tinja orang yang terinfeksi[3].

Selama diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit dengan cepat, sehingga anak akan rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi adalah kondisi yang harus diwaspadai bunda karena bisa menyebkan kerusakan organ sampai kematian[4]. Dampak jangka panjang jika anak berkali-kali mengalami diare adalah gizi buruk. Tentu bunda tidak mau bukan si kecil mengalami gizi buruk? Oleh karena itu, bunda perlu memahami penanganan diare pada si kecil.

Pengananan awal diare pada si kecil[5]:

  1. Memberikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya. ASI mempunyai kandungan antibodi, sehingga dapat memberikan perlindungan terharap diare.
  2. Pemberian oralit untuk mengganti cairan dan mencegah dehidrasi sampai diare berhenti
  3. Memberikan obat zinc yang tersedia di apotek, puskesmas, dan rumah sakit. Zinc diberikan sekali sehari selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti. Zinc berfungsi untuk mengurangi keparahan diare dan mencegah reinfeksi.
  4. Memberi air mineral dan makanan berkuah seperti sayur, kuah sup
  5. Segera bawa anak ke sarana kesehatan
  6. Berikan makanan sesuai umur
  7. 0-6 bulan: ASI, paling sedikit 8x/hari
  8. 6-24 bulan: mulai memberikan makanan pendamping ASI(MP-ASI)
  9. 12-24 bulan: berikan makanan keluarga secara bertahap
  10. >2 tahun: berikan makanan keluarga 3 kali per hari

Kapan perlu membawa si kecil ke dokter?

Pandemic COVID-19 sudah berdampak pada kehidupan masyarakat, salah satunya keengganan para orang tua untuk membawa anak sakit ke dokter atau rumah sakit. Mereka takut anaknya akan tertular covid-19. Stigma tersebut harus dihilangkan karena hal ini menyangkut keselamatan anak. Bunda harus tahu kegawatdaruratan diare pada si kecil. Jika sudah menunjukkan hal-hal berikut wajib untuk membawa si kecil ke dokter.

  • Wajah anak pucat dengan mata cekung
  • Anak tidak mau minum atau menyusu
  • Penurunan kesadaran
  • Demam tinggi
  • Tidak pipis dalm 6 jam pada bayi atau dalam 12 jam pada anak-anak
  • Sesak nafas
  • Diare lebih dari 3 hari
  • Disertai muntah bercampur darah atau berwaran kuning/hijau
  • BAB berdarah

Bunda, setelah mengetahui penanganan diare pada si kecil yang benar, tidak perlu panik bukan? (BIL).

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014, Situasi Penyakit Diare di Indonesia, https://www.kemkes.go.id/article/view/13010200028/diare.html (dilihat 19 Februari 2021).
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI), 2014, Bagaimana Menangani Diare pada Anak, https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak (dilihat 19 Februari 2021).
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017, Kenali Diare Pada Anak dan Cara Pencegahannya, https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/tips-sehat/20170403/4620310/kenali-diare-anak-dan-cara-pencegahannya/ (dilihat 19 Februari 2021).
  4. Wildan, Ilham, 2020, Bibir Bayi Kerap Alami Pecah-pecah | Simak Penjelasan Dokter Berikut, https://alinamed.com/blog/index.php/2020/07/28/bibir-bayi-kerap-alami-pecah-pecah-simak-penjelasan-dokter-berikut-ini/ (dilihat 19 Februari 2021).
  5. WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment (dilihat 19 Februari 2021).

Leave a Reply