Penggunaan berbagai platform untuk melakukan konferensi video sebagai opsi untuk menggantikan kegiatan tatap muka menjadi marak dilakukan akhir-akhir ini. Meskipun terkesan lebih ringan dan mudah dilakukan, namun penggunaan terlalu sering dapat menyebabkan kelelahan pada sebagian orang. Fenomena ini dikenal dengan istilah zoom fatigue.

Kali ini, alina akan menjelaskan lebih jauh mengenai zoom fatigue dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa itu zoom fatigue?

Zoom Fatigue  adalah rasa lelah, cemas, dan burnout yang dirasakan setelah melakukan konferensi video secara daring. Kejadian ini tidak hanya didapatkan akibat penggunaan Zoom sebagai platform konferensi video, namun juga pada platform lain seperti Google Meet, Skype dan sejenisnya(1). Professor dan Direktur dari Stanford University’s Virtual Human Interaction Lab—Professor Jeremey Bailenson, mengatakan bahwa adanya delay—meskipun hanya beberapa millisecond,ketika berbicara dan melakukan tindakan dalam konferensi video dapat menyebabkan kelelahan pada otak(1). Terdapat empat penyebab utama terjadinya zoom fatigue, yaitu(2):

  • Kontak mata yang berlebihan dan intens

Dalam konferensi video, meskipun tidak sedang berbicara, peserta lain dalam meeting dapat terlihat seperti terus menerus menatap anda. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan pada sebagian orang. Wajah yang tampak lebih besar dalam konferensi video juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa terintimidasi pada sebagian orang.

  • Melihat diri sendiri dalam obrolan video dalam waktu lama

Anda dapat melihat refleksi diri sendiri secara terus menerus ketika melakukan konferensi video. Melihat diri sendiri dalam waktu lama dapat menimbulkan kritis belebih terhadap diri sendiri dan membuat lelah.

  • Berkurangnya mobilitas akibat penggunaan konferensi video

Konferensi video memaksa anda untuk terus duduk dan berdiam diri ditempat yang sama dalam waktu lama. Duduk dalam waktu lama dan pergerakan yang terbatas dapat menyebabkan kelelahan.

  • Beban kognitif yang jauh lebih tinggi dalam konferensi video

Akses komunikasi non-verbal yang terbatas pada konferensi video dapat membuat anda harus menunjukkan gesture tambahan untuk menyampaikan sesuatu. Hal ini dapat menyebabkan stres dan menghabiskan banyak energi apabila dilakukan dalam waktu yang lama. Konferensi video juga dapat membuat pembicara kesulitan untuk mengetahui apakah peserta lain mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi zoom fatigue(1,3):

  1. Menampilkan wajah hingga bahu dalam konferensi video supaya bahasa non-verbal dan ekspresi wajah dapat lebih mudah dimengerti oleh lawan bicara
  2. Mematikan speaker atau mute saat tidak sedang berbicara untuk mengurangi distraksi suara yang tidak perlu
  3. Terlibat sepenuhnya dalam konferensi video dan tidak menyambi atau mengerjakan aktivitas lain selama meeting
  4. Membatasi penggunaan aplikasi konferensi video sehari-hari dan menggunakan media lain diantaranya, seperti email atau telepon
  5. Memberi jeda dan istirahat antar pertemuan
  6. Mematikan video bagi peserta yang tidak berbicara untuk mengurangi distraksi dan stimulasi yang berlebih

Cara diatas dapat membantu anda untuk fokus dakam konferensi video dan mengurangi rasa lelah setelahnya. Segera konsultasi ke dokter apabila anda merasa lelah dan stres berlebih yang mulai mengganggu aktivitas[4] (QRA).

Referensi:

  1. Wiederhold, 2020. Connecting Through Technology During The Coronavirus Disease 2019 Pandemic: Avoiding Zoom Fatigue. Cyberpsychology, Behavior and Social Networking Vol. 23 No. 7. Accessed on: https://www.liebertpub.com/doi/full/10.1089/cyber.2020.29188.bkw
  2. Stanford News, 2021. Stanford Researches Identify Four Causes for Zoom Fatifue and Their Simple Fixes.
  3. Fosslien and Duffy, 2020. How to Combat Zoom Fatigue.
  4. Izzati, Nabila, 2021. Burnout Karena Pekerjaan Rutin, Harus Ngapain Ya? Alinamed, Accessed on: https://alinamed.com/blog/index.php/2021/03/10/burnout-karena-pekerjaan-rutin-harus-ngapain-ya/
Leave a Reply