Makanan pedas mungkin menjadi makanan yang umum dikonsumsi di kalangan negara Asia Tenggara. Tapi taukah sahabat Alina bahwa kebiasaan makan pedas mempunyai dampak tertentu terhadap organ pencernaan? Yuk simak pembahasannya!

Kebiasaan makanan pedas banyak digemari orang karena dapat meningkatkan rasa dan nafsu makan. Rata-rata konsumsi makanan pedas pada orang Asia adalah 2,5-8 gram per orang. Presentasi ini jelas lebih tinggi daripada konsumsi makanan pedas pada orang Eropa dan Amerika sebanyak 0,05-0,5gram per orang[1].

Dampak negatif konsumsi makanan pedas

  • Memicu Gastritis

Kebiasaan makan pedas dapat menyebabkan proses inflamasi pada lambung atau sering disebut gastritis. Pada orang yang gemar makan pedas, lapisan lambung mereka akan iritasi, menjadi merah dan bengkak[2].  Jika lambung iritasi, maka asam lambung juga akan naik. Hal ini yang membuat anda akan mengalami nyeri perut. Oleh karena itu, anda sebaiknya menghindari makanan pedas untuk melindungi organ pencernaan anda.

  • Memicu Diare

Makanan pedas juga dapat memicu terjadinya diare. Hal ini dikarenakan makanan pedas membuat pergerakan usus menjadi lebih cepat. Diare tentunya akan membuat dampak yang buruk bagi tubuh, semisal dehidrasi.

  • Memicu Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Kebiasaan makan pedas  yang lama ataupun singkat dapat mempengaruhi gejala di organ pencernaan pada functional gastrointestinal disorders (FGIDs). FGID adalah gangguan di organ pencernaan dengan penyebab yang masih diperdebatkan[1]. Contoh paling umum dari FGID adalah IBS. Menurut penelitian, konsumsi makanan pedas sangat berkaitan dengan prevalensi IBS. Sebanyak 92% dari orang yang mengonsumsi makanan pedas lebih dari 10 kali per minggu rentan terkena IBS dibandingkan orang yang tidak pernah konsumsi makanan pedas[3]. Menurut hasil penelitian tersebut, wanita lebih rentan terkena IBS daripada pria.

  • Memicu overweight dan obesitas

Makanan pedas dapat pula membuat resiko overweight dan obesitas. Peningkatan resiko overweight dan obesitas meningkat pada orang dengan  kebiasaan makan pedas lebih sering. Pada orang yang mengonsumsi makanan pedas lebih sering. Perempuan (33%) lebih rentan untuk memiliki resiko tersebut daripada laki-laki (29%). Pada laki-laki, resiko overweight dan obesitas meningkat pada orang yang konsumsi daging yang mempunyai tingkat kepedasan yang tinggi. Untuk itu, jika anda ingin mencegah overweight dan obesitas, sebaiknya anda mengurangi kebiasaan konsumsi makanan pedas [4].  

Dampak positif konsumsi makanan pedas

  • Menurunkan resiko kanker organ pencernaan

Berbeda dengan penelitian diatas, penelitian yang dilakukan di China menyebutkan bahwa kebiasaan makan pedas berhubungan dengan rendahnya resiko kanker organ pencernaan, seperti kanker esofagus dan kanker kolon. Hal tersebut dikarenakan kandungan pada cabai yakni komponen bioaktif capsaicin, dimana zat dapat menjadi anti kanker yang mencegah progresivitas sel kanker di lambung dan kolon[5]. Meskipun demikian, penelitian ini dilakukan pada orang yang tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.   

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan makan pedas seperti 2 sisi pisau yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, makanan pedas akan membuat dampak yang buruk bagi organ pencernaan terkait efeknya seperti gastritis, diare, dan IBS. Di sisi lain, makanan pedas dapat melindungi tubuh anda dari kanker organ pencernaan. Oleh karena itu, tetap waspada dalam konsumsi makanan pedas dengan tetap menjaga porsi yang tidak terlalu banyak[6].

Referensi:

  1. Gonlachanvit, Sutep, 2010, Are rice and spicy diet good for functional gastrointestinal disorders?, Journal of Neurogastroenterol Motil, V.16 (2):131-138, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2879848/ (dilihat 7 Maret 2021).
  2. Johns Hopkins Medicine, Gastritis,  https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastritis (dilihat 7 Maret 2021).
  3. Esmaillzadeh, Ahmad, et al., 2013, Consumption of spicy foods and the prevalence of irritable bowel syndrome, World Journal of Gastroenterology 19(38):6465-71, https://www.researchgate.net/publication/258037497_Consumption_of_spicy_foods_and_the_prevalence_of_irritable_bowel_syndrome (dilihat 7 Maret 2021).
  4. Xu, Qian, et al.,  2019, Spicy food intake increases the risk of overweight and obesity, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31133121/ (dilihat 7 Maret 2021).
  5. Chan, Wing Ching, et al., 2021, Spicy food consumption and risk of gastrointestinal-tract cancers: findings from the China Kadoorie Biobank, International journal of epidemiology, Vol.50, Issue 1, Pages 199-211, https://academic.oup.com/ije/article/50/1/199/6114704 (dilihat 7 Maret 2021).
  6. Izzati, Nabila, 2021, Sering Sepelehkan Sarapan Pagi? Yuk Cek 5 Manfaatnya!, https://alinamed.com/blog/index.php/2021/02/15/sering-sepelehkan-sarapan-pagi-yuk-cek-5-manfaatnya/ (dilihat 7 Maret 2021).
Leave a Reply