Di tengah gejolak pandemi COVID-19, nama dr. Lois Owien mencuat di berbagai kanal media. Banyak anggapan bahwa dirinya kerap membagikan pernyataan hoax seputar COVID-19 di media sosial.

Siapakah dokter Lois sebenarnya? Simak profil singkat serta beberapa cuitan dr. Lois Owien di bawah ini.

Menyatakan dirinya lulus dari FK UKI tahun 2004

Dalam suatu kesempatan wawancara di salah satu stasiun televisi nasional, dr. Lois Owien menceritakan riwayat pendidikannya secara singkat [2]. Beliau menyatakan bahwa dirinya menyelesaikan pendidikan (untuk mendapat gelar dokter atau setara profesi dokter umum) pada tahun 2004 di Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia. Pasca lulus tahun 2004, dokter yang lebih dikenal dengan sebutan “dr. Lois anti-aging” kemudian mendalami ilmu anti-aging hormone medicine studi di Malaysia. Sayangnya, rekam jejak pendidikan dr. Lois setelah dikatakan lulus dari sekolah kedokteran 17 tahun silam dan menempuh pendidikan di Malaysia tidak begitu jelas. Padahal, beliau sering kali menyebutkan bahwa dirinya menjadi “rujukan para dokter di luar negeri”.

Sejak tahun 2017 tidak lagi memiliki Surat Tanda Registrasi yang aktif dari Konsil Kedokteran Indonesia

Menariknya, nama “Lois Owien” justru tidak bisa ditemukan pada aplikasi pencarian dokter teregistrasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) [3]. Berdasarkan keterangan dari dr. Tirta Mandira Hudhi, [4], dr. Lois atau yang dipanggil “Bu Lois” ini tidak terdaftar lagi dalam Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) [5]. Menurut tautan yang sama, Surat Tanda Registrasi atau STR milik dr. Lois tidak lagi aktif sejak 2017. Perpanjangan STR dilakukan oleh KKI dengan melampirkan sertifikat-sertifikat kompetensi (serkom) untuk memenuhi standar Satuan Kredit Prestasi (SKP) yang biasanya didapat dari mengikuti symposium atau pelatihan kedokteran dengan tujuan agar dokter terus memperbarui keilmuannya [5, 6].

Dikenal dokter “anti-aging”, dr. Lois kerap membagikan postingan atau cuitan di sosial media yang viral

Sebelumnya, dr. Lois memang cukup dikenal dalam kampanye anti-aging di beberapa akun sosial media. Namun saat pandemi COVID-19, dr. Lois justru lebih sering membagikan informasi yang dianggap sebagai hoax karena berlawanan dengan fakta ilmiah baik dari organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO) maupun Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes RI).  Ketika dikonfirmasi ulang mengenai pernyataan beliau bahwa dirinya hampir tidak percaya dengan pandemi COVID-19, dr. Lois justru semakin menekankan dengan berujar, “Saya tidak percaya adanya virus corona ini, bukan lagi ‘hampir tidak percaya’[2].

Beberapa kali mengajak dokter untuk debat ilmiah, tetapi beberapa pernyataannya di media sosial kurang berbasis ilmiah

Dalam berbagai cuitannya di twitter maupun beberapa tangkapan layar (screenshot) di Instagram, dr. Lois kerap mengajak debat ilmiah bersama sejawat dokter tertentu, misalnya dr. Tirta (meskipun tidak jadi terlaksana hingga dr. Lois ditangkap kepolisian hari Senin lalu). Akan tetapi, di tengah pernyataan dr. Lois yang secara sepihak mengatakan bahwa apa yang disampaikannya ilmiah, penulis justru jarang mendapatkan penjelasan yang bersumber dari literatur, artikel, atau studi klinis spesifik. Contohnya pada cuitan dr. Lois di twitter mengenai patofisiologi asidosis laktat, beliau mengambil screenshot berbahasa Indonesia yang ternyata berasal dari website dengan domain .com atau kurang evidence-based (berbasis bukti yang ilmiah).

Pernah menolak panggilan Ikatan Dokter Indonesia dan Majelis Komite Etik Kedokteran sampai akhirnya ‘dijemput’ kepolisian pada Senin lalu

Sebelum ditangkap polisi ke Bareskim Polri, dr. Lois sempat mendapat undangan dari Majelis Komite Etik Kedokteran. Namun beliau menolak undangan tersebut. Akhirnya, dr Lois dilaporkan berkaitan pelanggaran UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular karena menyebarkan informasi yang kontradiktif dengan fakta COVID-19. Hingga saat ini, belum ada hasil investigasi atau keputusan dari pihak yang berwenang mengenai keabsahan gelar dokter dan profesi dr. Lois kedepannya.

Pada akhirnya, data pribadi mengenai domisili tinggal, status keluarga, maupun pekerjaan sehari-hari dr. Lois belum diketahui dan sulit digali lebih dalam. Catatan untuk kita bersama, tetap lakukan protokol kesehatan dan carilah berita atau fakta yang berbasis bukti ilmiah, ya! (HAN)

Referensi

[1] Instagram, 2021. Lois Lois, @dr_lois7. Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman https://www.instagram.com/dr_lois7

[2] Youtube, 2021. Badeur TV, “Hotman Paris show FULL || Pernyataan DR LOIS, tidak percaya adanya COVID 19. [Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman https://www.youtube.com/watch?v=Th61j9Wbt9o]

[3] Konsil Kedokteran Indonesia. Aplikasi Cek Dokter Diakses pada 12 Juli 2021 melalui laman http://www.kki.go.id/cekdokter/form

[4] LinkedIn, 2021. Tirta Mandira Hudhi. Dilihat pada 12 Julo 2021 melalui laman https://www.linkedin.com/in/tirtamandira/?originalSubdomain=id

[5] Twitter, 2021. TIRTA cipeng, status tanggal 10 Juli 2021. Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman https://twitter.com/tirta_hudhi/status/1413853302748422149

[6] Konsil Kedokteran Indonesia. “Detail Konsultasi”. Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman http://www.kki.go.id/index.php/ragam/detail_konsultasi/194

[7] Twitter, 2021. dr.Lois@Anti Aging medicine. Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman https://twitter.com/LsOwien

[8] Twitter, 2021. dr.Lois@Anti Aging medicine, status tanggal 10 Juli 2021. [Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman https://twitter.com/LsOwien/status/1413544111479693322?s=20]

[9] Christi, Liofelita, 2021, Viral Ciutan Dokter Amerika perihal COVID-19, Siapakah Beliau? [Dilihat pada 12 Juli 2021 melalui laman https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/07/viral-ciutan-dokter-amerika-perihal-covid-19-siapakah-beliau/

Leave a Reply