Pengertian Blefaritis

Blefaritis adalah radang pada tepi kelopak mata yang sering menjadi penyebab rasa perih dan tidak nyaman di kelopak mata. Blefaritis merupakan salah satu penyakit mata yang umum terjadi di masyarakat dan dapat menyerang segala usia. Penyakit ini dapat bersifat akut atau kronis, serta dapat menyerang baik satu sisi kelopak mata atau keduanya. Walaupun infeksi yang terjadi dapat bertambah parah namun blefaritis umumnya tidak menimbulkan ancaman kesehatan yang serius1.

Gejala Blefaritis

Gejala yang dapat muncul diantaranya adalah1,2 :

  • rasa tidak nyaman pada mata
  • nyeri pada mata
  • gatal pada mata
  • bengkak pada kelopak mata
  • kemerahan pada kelopak mata
  • kotoran pada mata
  • keluar cairan terus menerus
  • bulu mata yang kotor dan mudah rontok
  • pandangan kabur
  • mudah silau

Penyebab Blefaritis

Blefaritis dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya karena infeksi bakteri atau virus pada kelopak mata atau reaksi alergi. Blefaritis kronis yang terjadi lebih lama dapat diakibatkan adanya peradangan kronis pada kelenjar-kelenjar yang ada pada kelopak mata, infeksi kulit seperti dermatitis, dan infeksi parasit (Demodex sp.) yang menimbulkan sumbatan pada kelenjar di kelopak mata2,3.

Faktor resiko Blefaritis

Beberapa kondisi yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit ini, yakni3 :

  • sindroma mata kering
  • kondisi dermatologis tertentu; rosacea, dermatitis seborrheic.
  • infeksi kutu/parasit pada bulu mata (Demodicosis)

Diagnosis Blefaritis

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan mempertimbangkan keluhan yang muncul serta pemeriksaan fisik pada mata dan area di sekitarnya. Dokter mungkin juga melakukan beberapa pemeriksaan tambahan jika perlu diperlakukan seperti pemeriksaan lampu slit. Pemeriksaan lampu slit digunakan untuk mengetahui adanya area kering ada permukaan bola mata yang menandakan adanya pengurangan jumlah produksi air mata, hal tersebut dikaitkan dengan adanya penyumbatan pada kelenjar air mata yang dapat meningkatkan resiko terjadinya blefaritis4.

Pengobatan Penyakit

Dokter akan memberikan terapi sesuai dengan gejala dan penyebab terjadinya blefaritis. Sebagai terapi awal dapat dilakukan kompres hangat pada mata 2-4 kali sehari, membersihkan area kelopak mata dari kotoran menggunakan sabun/shampoo bayi, serta memijat kelopak mata secara vertikal untuk melancarkan saluran kelenjar di kelopak mata. Dokter juga dapat memberikan terapi farmakologis meliputi tetes mata/salep mata steroid, air mata artifisial, tetes mata/salep mata antibiotik dan antibiotik minum4. Obat farmakologis yang diperlukan harus sesuai dengan penyebab terjadinya peradangan pada mata, untuk itu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum membeli obat.

Pencegahan Penyakit

Pencegahan utama blefaritis yakni dengan menjaga higienitas di area kelopak mata dengan rutin membersihkan area mata dan menghindari terlalu sering menyentuh mata dengan tangan yang kotor4,5.

Referensi:

  1. Putnam C. M. (2016). Diagnosis and management of blepharitis: an optometrist’s perspective. Clinical optometry, 8, 71–78. https://doi.org/10.2147/OPTO.S84795   [diakses 7 Juli 2021].
  2. Hosseini, K., Bourque, L. B., & Hays, R. D. (2018). Development and evaluation of a measure of patient-reported symptoms of Blepharitis. Health and quality of life outcomes, 16(1), 11. https://doi.org/10.1186/s12955-018-0839-5 [diakses 7 Juli 2021].
  3. Eberhardt M, Rammohan G. (Updated 2020 Jul 17). Blepharitis. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459305/ [diakses 7 Juli 2021].
  4. Chang, V., (2021). Blepharitis – EyeWiki. [online] Eyewiki.aao.org. Tersedia di: https://eyewiki.aao.org/Blepharitis [diakses 7 Juli 2021].
  5. Nurmalasari, Mifta. 2021. Waspadai “Mata Kucing” pada Anak, Tanda Tumor Mata. Alinamed. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/06/waspadai-mata-kucing-pada-anak-tanda-tumor-mata/ [diakses pada 7 Juli 2021].
Leave a Reply