Pengertian Gangguan Psikotik Akut

Gangguan Psikotik akut adalah keadaan psikologis yang berubah secara mendadak dalam kurun waktu 1 hari hingga kurang dari 1 bulan dan tidak diakibatkan oleh kondisi medis umum.[1] Munculnya gejala meliputi halusinasi, delusi, perubahan perilaku yang aneh atau tidak lazim, bicara melantur atau meracau. Gangguan psikotik akut dapat menjadi gangguan jiwa lainnya seperti schizophrenia, bila tidak ditangani dengan baik.[2]

Gejala Psikotik Akut[3,4]

Gejala psikotik akut dapat bervariasi bergantung pada peristiwa pencetus, usia, dan derajat keparahan. Biasanya, gejala yang paling umum terjadi meliputi delusi dan halusinasi. Delusi adalah keyakinan seseorang yang tidak dapat dipatahkan oleh siapapun, meliputi keyakinan yang tidak lazim. Halusinasi adalah kondisi seseorang mendengar, melihat, merasakan, mencium, sesuatu yang tidak nyata wujudnya. Selain delusi dan halusinasi, dapat disertai gejala lain seperti gangguan tidur, gelisah, merasa curiga, sulit berkonsentrasi, gejala depresi hingga keinginan bunuh diri, bicara melantur dan meracau, dan sulit berkonsentrasi. Pada suatu penelitian menyebutkan kondisi psikotik akut berhubungan dengan perilaku bunuh diri.

Penyebab Psikotik Akut[2,5]

Umumnya muncul gejala psikotik akut didahului oleh peristiwa hidup yang menjadi tekanan berat bagi penderita. Suatu stresor yang tidak dapat teratasi oleh penderita mengakibatkan perubahan mental secara mendadak pada penderita dan mempengaruhi fungsi mental. Selain itu, penyakit ini dapat ditimbulkan oleh kondisi organik seperti penyakit parkinson, tumor pada otak, stroke, penyakit alzheimer, epilepsi, dan infeksi kronis yang menyerang otak seperti HIV dan sifilis.

Faktor resiko Psikotik Akut[3,4]

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kejadian psikotik akut seperti pola tidur yang tidak teratur, konsumsi alkohol, pengunaan NAPZA, dan faktor lingkungan yang rentan memberikan tekanan pada seseorang.

Diagnosis[3,5]

Penegakan diagnosis yang utama adalah menilai perilaku dan pemeriksaan status mental oleh dokter. Jika dicurigai psikotik akut disebabkan oleh kelainan organik maka dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari tahu penyebab yang mendasari. Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai gejala yang dialami pasien meliputi, pemeriksaan laboratorium darah, foto rontgen, CT Scan, dan MRI.

Pengobatan Psikotik Akut[3,6]

Pengobatan pada psikotik akut sangat berpengaruh pada kualitas hidup. Apabila psikotik akut tidak diobati dengan baik, maka akan menyebabkan gangguan fungsi sosial. Pengobatan secara keseluruhan meliputi pengobatan farmakologi dan non-farmakologis.

  • Farmakologis. Dokter psikiater meresepkan obat yang bermanfaat untuk mengontrol gejala psikotik pada pasien. Pemberian resep obat bergantung pada usia dan kondisi klinis pasien.
  • Non-farmakologis. Psikoterapi berperan penting untuk memaksimalkan tujuan terapi. Terapi psikologis meliputi dukungan keluarga, komunitas penyakit psikotik, dan CBT (Cognitive Behaviour Teraphy) untuk membantu pasien memahami kondisi yang sedang dialami.

Pencegahan[7]

Tidak ada pencegahan spesifik terhadap penyakit ini. Resiko yang dapat meningkatkan kejadian psikotik akut dapat dihindari, seperti menghindari lingkungan yang rentan memberikan stresor besar, relaksasi, olahraga teratur, pola tidur yang cukup, dan pola asuh keluarga yang baik.(LIO)

Referensi:

  1. In W. T. Carpenter, D. M. Barch, J. R. Bustillo, W. Gaebel, R. E. Gur, S. H. Heckers, J. v. 2013. DSM-5. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition.  Os, Schizophrenia Spectrum and Other Psychotic Disorders (pp. 94-96). Washington: American Psychiatric Publishing.
  2. Harrison, P., Cowen, P., Burns, T., & Fazel, M. 2018. Shorter Oxford Textbook of Psychiatry Seventh Edition. Oxford: Oxford University Press
  3. Sadock, B. J., Ahmad, S., & Sadock, V. A. 2019. Kaplan & Sadock’s Pocket Handbook of Clinical Psychiatry Sixth Edition. Philadelphia: Wolters Kluwer.
  4.  López-Díaz, Á., Lorenzo-Herrero, P., Lara, I., Fernández-González, J. and Ruiz-Veguilla, M., 2018. Acute stress and substance use as predictors of suicidal behaviour in acute and transient psychotic disorders. Psychiatry Research, 269, pp.414-418. [Diakses 9 Juli 2021]
  5. WebMD. 2021. Psychosis and Psychotic Episodes. https://www.webmd.com/schizophrenia/guide/what-is-psychosis [Diakses 9 Juli 2021].
  6. Bak, M., Weltens, I., Bervoets, C., De Fruyt, J., Samochowiec, J., Fiorillo, A., Sampogna, G., Bienkowski, P., Preuss, W., Misiak, B., Frydecka, D., Samochowiec, A., Bak, E., Drukker, M. and Dom, G., 2019. The pharmacological management of agitated and aggressive behaviour: A systematic review and meta-analysisEuropean Psychiatry, 57, pp.78-100.
  7. Rutigliano, G., Merlino, S., Minichino, A., Patel, R., Davies, C., Oliver, D., De Micheli, A., McGuire, P. and Fusar-Poli, P., 2018. Long term outcomes of acute and transient psychotic disorders: The missed opportunity of preventive interventions. European Psychiatry, 52, pp.126-133.
  8. Dinaria, Angela, 2021. Gangguan Penyesuaian. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/13/gangguan-penyesuaian/ [Diakses 1 Agustus 2021].
Leave a Reply