Pengertian Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah suatu kondisi mata merah yang disebabkan karena adanya peradangan pada konjungtiva. Konjungtiva sendiri merupakan selaput transparan yang melapisi lapisan terluar bola mata dan kelopak mata bagian dalam(1). Konjungtivitis lebih sering didapatkan pada anak usia sekolah dan dapat menular dengan cepat. Meskipun begitu, penyakit ini jarang mengakibatkan keadaan yang serius dan tidak menyebabkan terganggunya lapang pandang(2).

Gejala Konjungtivitis

Gejala penyakit ini dapat bervariasi tergantung penyebab. Beberapa gejala yang dapat dijumpai yaitu:

  1. Mata merah
  2. Terasa panas dan nyeri pada  mata
  3. Mata bengkak dan berair
  4. Gatal pada mata
  5. Cairan dan kotoran yang lengket pada mata

Apabila peradangan meluas hingga ke lapisan mata yang lebih dalam, dapat menimbulkan keluhan yang lebih berat seperti terganggunya lapang pandang dan rasa silau saat terkena cahaya. Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat terjadi jika disebabkan oleh virus(2).

Penyebab Konjungtivitis

  • Virus

Konjungtivitis dapat disebabkan karena adanya infeksi virus. Biasanya, hal ini terjadi karena adanya riwayat infeksi pada saluran pernapasan sebelumnya seperti salesma dan influenza. Pada awalnya, virus akan menginfeksi salah satu mata dan kemudian menyebar ke mata lain dalam beberapa hari kemudian. Sekret atau cairan akibat virus biasanya bersifat cair, berair, dan tidak lengket(3)

  • Bakteri

Konjungtivitis akibat infeksi bakteri dapat terjadi bersamaan dengan adanya infeksi pada telinga. Sekret biasanya lebih kental kekuningan, dan disertai dengan mata lengket dan sulit untuk dibuka saat bangun tidur(3). Penyakit ini dapat mengenai bayi baru lahir yang terpapar saat proses persalinan dari ibu dengan penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia(2).

  • Alergi

Konjungtivitis akibat alergi biasanya dijumpai pada orang dengan riwayat alergi pada keluarga. Gejala khas akibat alergi yang lain seperti hidung gatal, batuk-batuk, dan asma. Penyakit ini biasanya terjadi pada kedua mata dan dapat menimbulkan gejala mata gatal hebat, serta mata bengkak dan berair(3).

  • Iritan

Konjungtivitis iritan dapat disebabkan karena adanya polusi udara atau paparan bahan kimia tertentu pada mata yang menyebabkan mata merah dan mengeluarkan cairan bening dan berair(3)

Faktor resiko Konjungtivitis

  • Hygiene yang buruk

Kebiasaan menyentuh area mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu dapat meningkatkan resiko terkena konjungtivitis akibat infeksi virus dan bakteri. Penggunaan handuk dan sarung bantal bersama-sama juga dapat meningkatkana resiko tertular penyakit ini (4)

  • Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat

Menggunakan lensa kontak sat tidur serta tidak menjaga kebersihan saat menggunakan lensa kontak dapat meningkatkan resiko infeksi pada mata, termasuk konjungtivitis(4)

  • Penggunaan makeup mata yang tidak tepat

Menggunakan produk makeup mata dari orang yang menderita konjungtivitis dapat meningkatkan resiko tertular (4)

Diagnosis Konjungtivitis

Dokter perlu menanyakan beberapa pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab penyakit ini, menyingkirkan diagnosis banding infeksi dan mata merah lain, serta untuk memberikan terapi yang tepat. Meskipun jarang, pemeriksaan hapusan kultur cairan mata dapat diperlukan pada kondisi tertentu untuk mengetahui jenis bakteri atau virus(4).

Pengobatan

Pengobatan konjungtivitis dapat berbeda-beda tergantung pada penyebab. Dokter mungkin meresepkan tetes mata antibiotik apabila disebabkan karena infeksi bakteri. Sedangkan penyakit yang diakibatkan infeksi virus, alergi, serta iritan dapat memerlukan terapi yang berbeda. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala, mengurangi infeksi dan peradangan, serta mencegah penyebaran infeksi pada orang lain.

Anda dapat melakukan beberapa perawatan di rumah seperti mengompres mata menggunakan handuk basah dan hangat untuk menghilangkan kotoran dan cairan di sekitar mata(2).

Pencegahan

  1. Rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer selama minimal 20 detik
  2. Tidak sembarangan menyentuh daerah muka dan mata
  3. Tidak menggunakan handuk, sarung bantal, serta alat makeup yang sama dengan penderita penyakit mata ini
  4. Rutin mengganti serta mencuci handuk dan sarung bantal(2)

Anda juga dapat mengetahui lebih jauh mengenai penyakit mata lainnya melalui aplikasi Alinamed(5). (QRA)

Referensi:

  1. Ryder and Benson, 2020. Conjunctivitis. StatPearls[Internet]. Accessed on: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541034/
  2. WebMD, 2020. Conjunctivitis (Pink Eye). Accessed on: https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-conjunctivitis
  3. Centers for Disease Control and Prevention, 2019. Conjungctivitis (Pink Eye). Accessed on: https://www.cdc.gov/conjunctivitis/about/symptoms.html
  4. Stanford Health Care. Pink Eye. Accessed on: https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/eyes-and-vision/pink-eye.html
  5. Mifta, N., 2020. Waspadai Mata Kucing Pada Anak, Tanda Tumor Mata. Accessed on: https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/06/waspadai-mata-kucing-pada-anak-tanda-tumor-mata/
Leave a Reply