Kunyit menjadi rempah yang sering direbutkan oleh para peneliti dari berbagai Negara. Namun taukah anda manfaat apa saja yang dapat kita peroleh dari kunyit?

Kunyit merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak terdapat di benua Asia dengan ciri khas dengan aroma yang khas. Rempah dengan nama latin Curcuma longa L. (Zingiberaccae) ini, memiliki komponen utama yakni kurkumin dengan sifat antioksidan yang kuat, penyembuhan luka, dan sifat anti-inflamasi.

Anti Inflamasi atau Anti Peradangan

Hasil penelitian tentang aktivitas anti peradangan oleh kunyit telah banyak dipublikasikan. Kurkumin dan senyawa semi-sintetik (natrium kurkuminat, diasetil kurkumin, trietil kurkumin dan tetrahidro kurkumin) mempunyai fungsi anti-inflamasi terhadap peradangan. Diantara derivat kurkumin, trietil kurkumin adalah antiperadangan yang paling potensial pada model peradangan kronis, bila dibandingkan dengan senyawa lainnya. [1]

Antioksidan

Radikal bebas cenderung bereaksi dengan zat organik penting, seperti asam lemak, protein, atau DNA. Alasan utama antioksidan sangat bermanfaat adalah karena dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Kurkumin adalah antioksidan kuat yang dapat menetralisir radikal bebas karena struktur kimianya. Selain itu, penelitian pada hewan dan sel menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir aksi radikal bebas dan dapat merangsang aksi antioksidan lainnya. Studi klinis lebih lanjut diperlukan pada manusia untuk menjelaskan lebih detail dari manfaat ini. [2]

Peningkat Kesehatan Syaraf Otak

Neuron mampu membentuk koneksi baru dan di area otak tertentu mereka dapat berkembang biak dan bertambah jumlahnya. Salah satu pendorong utama proses ini adalah brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BNDF adalah gen yang terlibat dalam pembuatan protein yang bertanggung jawab untuk memperbaiki neuron.

Protein BDNF berperan dalam memori dan pembelajaran, dan dapat ditemukan di area otak yang bertanggung jawab untuk makan, minum, dan berat badan. [3] Banyak gangguan otak umum telah dikaitkan dengan penurunan kadar protein BDNF, termasuk depresi dan penyakit Alzheimer. [4] Kurkumin atau kunuit dapat meningkatkan kadar hormon otak BDNF, yang meningkatkan pertumbuhan neuron baru dan dapat membantu melawan berbagai proses degeneratif di otak. Ini juga dapat membantu meningkatkan memori dan perhatian, yang tampaknya logis mengingat efeknya pada tingkat BDNF.

Kunyit sebagai Pencegah Kanker

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Ada banyak penelitian yang telah mempelajari kurkumin sebagai ramuan yang pas dalam pengobatan kanker dan juga mempengaruhi pertumbuhan pada kanker. [5]

Kurkumin bekerja pada kematian sel kanker, mengurangi angiogenesis (pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor), mengurangi metastasis (penyebaran kanker). Ada bukti bahwa hal itu dapat mencegah terjadinya kanker, terutama kanker pada sistem pencernaan seperti kanker kolorektal [5].

Kunyit sebagai Pencegah Arthritis

Arthritis atau radang sendi adalah peradangan atau inflamasi di dalam sekitar persendian pada tubuh. Penyakit ini biasanya terdapat pada pinggul atau lutut yang menyebabkan sendi bengkak, kaku, atau bahkan sulit digerakkan.

Mengingat bahwasaannya kurkumin memiliki senyawa antiinflamasi yang kuat, maka kunyit dapat juga memperbaiki radang sendi. Sebuah penelitian juga memaparkan bahwasannya, kurkumin pada kunyit jauh lebih efektif dibandingkan obat antiinflamasi pada umumnya. [6]

Kunyit sebagai Penunda Penuaan

Oksidasi dan peradangan memiliki peran besar dalam proses penuaan, maka kurkumin dapat dikatakan juga memiliki efek yang lebih dari sekedar mencegah penyakit. Dengan banyak efek kesehatan yang baik, seperti penyakit kronis (jantung, Alzheimer, dan kanker), sehingga kurkumin dapat dikatakan dapat mencegah adanya kematian akibat penyakit kronis. [7]

Kunyit dengan kandungan utama paling aktifnya yakni kurkumin, memiliki banyak manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah, seperti potensi untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah Alzheimer dan kanker. Memiliki manfaat antiinflamasi dan antioksidan yang baik dapat membantu memperbaiki gejala depresi dan radang sendi. Masih perlu banyak penelitian untuk mengetahui kandungan baik dari kurkumin pada kunyit, sehingga dapat dijadikan sebagai tanaman multifungsi.(RAY)

Referensi:

[1] Mukophadhyay A., Basu, N., Ghatak, N, and Gujral, P. K. (1982). Anti-inflamantory and irritant activities of curcumin analogues I rats. Agents and Actions 12, p. 508-12

[2] Gunnars. K. (2021). 10 Proven Health Benefits of Turmeric and Curcumin. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric#TOC_TITLE_HDR_4

[3] Miranda, M., Morici, J. F., Zanoni, M. B., & Bekinschtein, P. (2019). Brain-derived neurotrophic factor: a key molecule for memory in the healthy and the pathological brain. Frontiers in cellular neuroscience13, 363.

[4] Ng, T. K. S., Ho, C. S. H., Tam, W. W. S., Kua, E. H., & Ho, R. C. M. (2019). Decreased serum brain-derived neurotrophic factor (BDNF) levels in patients with Alzheimer’s disease (AD): a systematic review and meta-analysis. International journal of molecular sciences20(2), 257.

[5] Giordano, A., & Tommonaro, G. (2019). Curcumin and cancer. Nutrients11(10), 2376.

[6] Chandran, B., & Goel, A. (2012). A randomized, pilot study to assess the efficacy and safety of curcumin in patients with active rheumatoid arthritis. Phytotherapy research26(11), 1719-1725.

[7] Sikora, E., Bielak-Zmijewska, A., Mosieniak, G., & Piwocka, K. (2010). The promise of slow down ageing may come from curcumin. Current pharmaceutical design16(7), 884-892.

Leave a Reply