Varian Delta adalah varian baru pada virus corona. Jenis varian ini telah banyak menewaskan ratusan ribu orang di India dan dengan cepat telah menyebar di berbagai belahan dunia. Apakah jenis itu lebih mematikan atau menular?

Varian Delta

Varian Delta  dengan kode B.1.617.2 berbeda dengan varian delta plus adalah varian yang paling mudah menular dan menyebar dengan cepat. Sejak awal ditemukan hingga sekarang, infeksi varian Delta sudah menyebar ke 74 negara dan bahkan sudah menjadi varian paling banyak  di India dan Inggris. Infeksi virus varian Delta diketahui lebih sering ditemukan pada usia dewasa muda. Hingga kini, penyebab mengapa varian Delta sangat cepat menyebar dan lebih berbahaya dari varian lain masih belum diketahui. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada dua kmungkinan alasannya, yaitu varian Delta lebih cepat berkembang biak dan lebih kuat untuk melawan sel tubuh manusia [2].

India telah memberlakukan berbagai pencegahan seperti lockdown, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan munculnya varian Delta terbaru, yakni Delta Plus.

Apa Bedanya dengan Delta Plus?

Delta Plus tidak jauh berbeda dengan varian Delta yang utama, yang lebih mudah menular dan diperkirakan dapat menyebabkan melonjaknya kasus rawat inap di rumah sakit daripada jenis sebelumnya. Orang dengan vaksinasi dosis lengkap menggunakan jenis vaksin yang ada telah terbukti dapat melawan varian Delta.

Perbedaan Delta Plus dari Delta, karena adanya mutasi yang lebih tinggi (K417N) yang terdapat pada spike atau permukaan luar dari virus corona. Lokasi yang sama, juga bermutasi pada varian lain seperti Alpha, Beta, dan Gamma.[3] Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi pada K417 membantu varian Beta menghindari antibodi, sehingga dapat berarti Delta Plus dapat menghindara vaksin dan antibodi lebih baik daripada Delta. [5]

Apa yang harus dilakukan untuk varian Delta Plus?

Vaksin yang telah ada masih efektif terhadap Delta Plus, karena setengah dari kasus di Inggris terjadi di antara orang yang tidak divaksinasi, dan hanya sedikit terjadi di antara mereka yang divaksinasi lengkap. Tak satu pun dari pasien Delta Plus meninggal. [6] Hasil awal dari penelitian mengungkapkan bahwa antibodi dari individu yang divaksinasi dapat menetralkan beberapa varian Delta Plus yang meyakinkan. Tetapi para ilmuwan baru mulai mempelajari mutasi baru ini.

Oleh karena itu, yuk segera vaksinasi COVID-19 di tempat terdekat anda! (RAY)

Referensi:

[1] Bollinger, Robert. (2020). New Variants of Coronavirus: What You Should Know, https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/a-new-strain-of-coronavirus-what-you-should-know

[2] Lestari, L. C. (2021). Kenali Macam-Macam Varian Covid-19, Apa Saja? https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/17/kenali-macam-macam-varian-covid-19-apa-saja/

[3] Huang, Y., Yang, C., Xu, Xf. et al. (2020) Structural and functional properties of SARS-CoV-2 spike protein: potential antivirus drug development for COVID-19. Acta Pharmacol Sin 41,1141–1149. https://doi.org/10.1038/s41401-020-0485-4

[4] Xu, C., Wang, Y., Liu, C., Zhang, C., Han, W., Hong, X., … & Cong, Y. (2021). Conformational dynamics of SARS-CoV-2 trimeric spike glycoprotein in complex with receptor ACE2 revealed by cryo-EM. Science advances7(1), eabe5575.

[5] Harvey, W.T., Carabelli, A.M., Jackson, B. et al. SARS-CoV-2 variants, spike mutations and immune escape. Nat Rev Microbiol 19, 409–424 (2021). https://doi.org/10.1038/s41579-021-00573-0

[6] Public Healt England. (2021) https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/993879/Variants_of_Concern_VOC_Technical_Briefing_15.pdf

Leave a Reply