Bulu mata merupakan salah satu daya tarik bagi seseorang. Memiliki bulu mata yang indah dan lentik merupakan impian bagi beberapa orang. Tetapi bagaimana apabila bulu mata tumbuh kearah yang salah? Alih alih memberikan daya tarik, hal ini dapat berujung pada kerusakan kornea apabila disepelekan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara penanganan kasus trikiasis: Pertumbuhan Abnormal Bulu Mata.

Pengertian trikiasis?[1]

Trikiasis adalah suatu kondisi abnormalitas bulu mata yang tumbuh mengarah ke permukaan bola mata dengan posisi tepi kelopak mata yang normal. Sehingga, letak kelainannya hanya pada bulu mata. Hal ini akan menimbulkan gesekan antara bulu mata terhadap permukaan bola mata, jika dibiarkan akan menjadi abrasi hingga ulkus kornea.

Gejala[1,6,7]

Berikut gejala yang dapat muncul pada kasus trikiasis:

  1. Iritasi mata
  2. Mata berair
  3. Mata merah
  4. Sensasi benda asing
  5. Nyeri pada mata

Apabila sudah merusak bagian kornea mata akan menimbulkan gejala seperti silau saat melihat cahaya, gangguan pengelihatan maka harus segera konsultasi kepada dokter spesialis mata.

Penyebab[1,2,3,4]

  1. Idiopatik
    Pada beberapa kasus tidak diketahui penyebab pasti mengapa bulu mata tumbuh kearah yang salah.
  2. Jaringan parut/ scar akibat peradangan atau trauma

Timbulnya jaringan parut/ scar merupakan penyebab trikiasis yang paling sering. Jaringan parut bisa timbul akibat adanya peradangan karena herpes zoster ophtalmicus, blefaritis/ infeksi pada kelopak mata, Steven-Johnson Syndrome, atau akibat trauma seperti luka bakar, riwayat insisi pada kasus hordeolum atau kalazion.

Diagnosis trikiasis

Penegakan diagnosis dari trikiasis adalah dengan menemukan atau melihat adanya bulu mata yang tumbuh secara abnormal menuju ke permukaan bola mata. Alat bantuan yang digunakan salah satunya dengan slit lamp. Tidak hanya melihat adanya bulu mata yang abnormal, dengan slit lamp dokter juga dapat melihat apakah sudah terjadi kerusakan pada kornea untuk menunjang diagnosis[6].

Penanganan kasus trikiasis[1,2,3,4]

Terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk menangani kasus trikiasis

  1. Epilasi atau pencabutan bulu mata. Metode ini merupakan penanganan yang paling sederhana dan merupakan tindakan sementara. Setelah dilakukan epilasi dalam waktu 4-6 minggu bulu mata akan tumbuh Kembali. Hal ini dikarena folikel bulu mata tidak ikut dihilangkan.
  2. Electrolysis/ electrocautery tindakan yang bertujuan untuk merusak folikel dari bulu mata. Teknik ini hanya bisa digunakan pada trikiasis yang tidak terlalu massif/ terlalu banyak. Metode ini menggunakan bius local kemudian dengan suatu kawat halus/probe diarahkan ke bulu mata yang abnormal. Seringkali diperlukan beberapa kali tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  3. Laser Ablasi terbatas dilakukan pada kasus yang tidak terlalu banyak bulu mata yang abnormal seperti pada electrolysis. Metode ini menggunakan laser dengan ukuran, kekuatan, dan durasi tertentu yang ditembakkan ke bulu mata yang akan dituju. Tingkat keberhasilan laser ablasi setara dengan metode electrolysis.
  4. Cryotherapy, metode ini menggunakan bantuan suhu hingga -20°C untuk menghilangkan bulu mata yang mengalami gangguan.
  5. Pembedahan dipilih apabila penyebab dari trikiasis karena adanya jaringan parut.

Metode electrolysis, laser ablasi, cryotheraphy. Metode pembedahan akan memberikan efek permanen, dimana bulu mata yang abnormal tidak tumbuh kembali. Simak juga cara untuk menghilangkan kantong mata membandel agar semakin menawan[5].

Pencegahan trikiasis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pada poin tatalaksana, metode epilasi memiliki potensi bulu mata tumbuh kembali kearah yang salah. Sehingga yang bisa dilakukan adalah bagi masyarakat yang belum menderita trikiasis adalah mengontrol faktor resiko yang bisa dikontrol seperti menjaga kebersihan mata agar tidak mengalami infeksi hingga peradangan yang dapat menimbulkan jaringan parut. (KIN)

Referensi:

  1. Budiono, S. and Saleh, T., 2013. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Mata. Surabaya: Airlangga University Press, p.29-30.
  2. Weisenthal, R., Daly, M., Freitas, D., Feder, R., Orlin, S., Tu, E., Meter, W. and Ferdier, D., 2019. External Disease and Cornea. American Academy of Ophtalmology, pp.117-118.
  3. Salmon, J., 2020. Kanski’s Clinical Ophtalmology A Systematic Approach. 9th ed. China: Elsevier, pp.60-63.
  4. Eva, P. and Augsburger, J., 2021. Vaughan & Asbury’s General Ophtalmology. 19th ed. Lange, p.165.
  5. Puspitasari,Regia. 2020.Kantung Mata Hitam Membandel, Begini Cara Mengatasinya. Alinamed. Diakses pada 8 Juli 2021. https://alinamed.com/blog/index.php/2020/08/02/kantung-mata-membandel-begini-cara-ampuh-mengatasinya/
  6. Eyewiki.aao.org. 2021. Trichiasis – EyeWiki. [online] Available at: <https://eyewiki.aao.org/Trichiasis#Clinical_Manifestation> [Accessed 30 July 2021].
  7. American Academy of Ophthalmology. 2021. What Is Trichiasis?. [online] Available at: <https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-trichiasis> [Accessed 30 July 2021].
Leave a Reply