Pepaya merupakan salah satu buah tropis dengan tekstur lembut berwarna oranye kekuningan. Terdapat banyak manfaat dari pohon pepaya, dari daun sampai biji pepaya. Taukah kamu akan manfaat daun pepaya?

Daun pepaya memiliki peran penting gizi. Manfaat daun pepaya, kaya akan enzim seperti papain dan chymopapain, yang membantu pencernaan, mencegah kembung dan gangguan pencernaan lainnya. Selain pencernaan, senyawa alkaloid kuat seperti karpain bekerja efektif melawan ketombe dan kebotakan. Daun pepaya juga mengandung vitamin A, C, E, K, dan B dalam jumlah tinggi dan mineral seperti kalsium, magnesium, natrium magnesium, dan zat besi.

Kandungan

Daun pepaya memiliki beragam kandungan nutrisi, termasuk vitamin A, vitamin B1, vitamin C dan vitamin E, kalori, protein, karbohidrat, magnesium, sodium, potassium, zat besi, fosfor, natrium, kalium, mangan dan juga mineral. Banyak penelitian menemukan bahwa senyawa fitonutrien dalam daun pepaya dapat bekerja atau bermanfaat sebagai antioksidan yang kuat dan berdampak pada peningkatan imun.

Manfaat Daun Pepaya

Mengurangi resiko terjadinya penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah penyakit sistem saraf progresif yang dapat membunuh sel-sel otak. Ini menyebabkan masalah memori dan hilangnya kemampuan intelektual secara bertahap. Ekstrak bubuk daun pepaya yang difermentasi dapat membantu melawan efek stress oksidatif pada orang dengan Alzheimer dan memperlambat perkembangan penyakit. [2]

Membantu melindungi terhadap jenis kanker tertentu

Radikal bebas dan stres oksidatif memiliki kaitan dengan berbagai jenis kanker. Karena pepaya kaya akan antioksidan, buah ini dapat membantu melindungi sel dari kerusakan dan menurunkan risiko kanker. Risiko kanker yang lebih rendah juga karena likopen pepaya, yang memiliki sifat anti-kanker. Likopen adalah karotenoid dan pigmen alami yang memberi warna pada beberapa sayuran dan buah-buahan [3]. Selain itu, daun pepaya mengandung antioksidan beta-karoten. Satu studi menemukan bahwa beta-karoten menawarkan perlindungan dari kanker prostat [4].

Dalam sebuah penelitian, ekstrak daun pepaya apat memediasi dan meningkatkan sitokin tipe TH1 dalam sistem kekebalan tubuh, yang dapat membantu mengobati dan mencegah beberapa jenis gangguan alergi dan kanker. Anti-kanker yang telah terbukti dari penggunaan daun pepaya antara lain kanker payudara, serviks, hati, paru-paru dan pankreas [5].

Mengurangi Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ekstrak daun pepaya mengandung chymopapain dan papain yang membantu menormalkan jumlah trombosit, meningkatkan faktor pembekuan darah dan memperbaiki kerusakan hati yang disebabkan oleh demam berdarah [5].

Berpotensi melindungi jantung

Daun pepaya mengandung vitamin C, potasium, antioksidan, dan serat, yang membantu menjaga pembuluh darah Anda tetap sehat dan meningkatkan aliran darah. Ini juga dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. [6]

Sebagai penurun gula darah

Daun pepaya memiliki efek yang hipoglikemik pada tubuh, yang dapat menurunkan kadar glukosa [7].

Mencegah inflamasi atau peradangan

Daun pepaya juga dapat berfungsi sebagai obat penghilang rasa sakit alami karena adanya enzim papain. Enzim ini meningkatkan produksi sitokin tubuh, yang merupakan sekelompok protein yang membantu mengatur peradangan. Dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh radang sendi dan kondisi serupa. [8]

Menjaga kesehatan mata

Daun pepaya mengandung banyak nutrisi lutein, zeaxanthin, vitamin C, dan vitamin E, yang dapat melindungi mata dan membantu mencegah penyakit mata seperti degenerasi makula terkait usia. Lutein dan zeaxanthin adalah dua antioksidan yang digunakan di mata. [9] [10]

Jadi, jangan lupa manfaatkan daun pepaya yang ada! Walaupun terkadang terasa pahit, tapi memiliki banyak manfaat loh! (RAY)

Referensi:

[1] California Rare Fruit Grower. (2021). Papaya. https://crfg.org/pubs/ff/papaya.html

[2] Barbagallo M, Marotta F, Dominguez LJ. (2015) Oxidative stress in patients with Alzheimer’s disease: effect of extracts of fermented papaya powder. Mediators Inflamm. 2015;2015:624801. doi: 10.1155/2015/624801. Epub 2015 Apr 7. PMID: 25944987; PMCID: PMC4405021.

[3] Pernar, C. H., Ebot, E. M., Wilson, K. M., & Mucci, L. A. (2018). The epidemiology of prostate cancer. Cold Spring Harbor perspectives in medicine8(12), a030361.

[4] Gajowik, A., & Dobrzynska, M. M. (2014). Lycopene-antioxidant with radioprotective and anticancer properties. A review. Roczniki Państwowego Zakładu Higieny65(4).

[5] Shaun, DMello. (2018). Health Benefits of Papaya Leaves. https://www.medindia.net/patients/lifestyleandwellness/health-benefits-of-papaya-leaves.htm

[6] Singu, B., & Annapure, U. (2018). Role of enzymes in pharmaceutical and biotechnology industries. In Enzymes in Food Technology (pp. 167-185). Springer, Singapore.

[7] Vinayagam, R., Xu, B. Antidiabetic properties of dietary flavonoids: a cellular mechanism review. Nutr Metab (Lond) 1260 (2015). https://doi.org/10.1186/s12986-015-0057-7

[8] Pandey, S., Cabot, P. J., Shaw, P. N., & Hewavitharana, A. K. (2016). Anti-inflammatory and immunomodulatory properties of Carica papaya. Journal of immunotoxicology13(4), 590-602.

[9] Vision Eye Institute. (2017). Eating for Healthy Eyes. https://visioneyeinstitute.com.au/eyematters/eating-healthy-eyes/

[10] Izzati, N. (2021). Yuk Kenali Lebih Dekat Mata Minus Pada Anak!. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/08/yuk-kenali-lebih-dekat-mata-minus-pada-anak/

Leave a Reply