Pengertian[1,2]

Gastroenteritis merupakan infeksi atau peradangan pada saluran pencernaan ditandai dengan kumpulan gejala pencernaan. Gejala paling umum pada gastroenteritis adalah diare (buang air besar sering dan cair) dan muntah. Saluran pencernaan paling sering terjadi peradangan yaitu lambung dan usus. Di Indonesia, penyakit ini populer dengan nama muntaber. Sekitar 3-5 milyar penduduk dunia mengalami gastroenteritis per tahunnya.

Gejala[2,3]

Gejala paling umum pada gastroenteritis adalah diare (buang air besar sering dan cair)  dan muntah. Keluhan ini dapat bertahan beberapa hari, 1-3 hari umumnya akan menghilang. Pada orang dengan kondisi imun yang lemah, gejala muntaber dapat bertahan lebih lama dan bila tidak diterapi dengan baik dapat mengalami kondisi yang lebih buruk. Beberapa gejala muntaber antara lain:

  • Sakit perut
  • Diare atau buang air besar sering dan cair. Diare tanpa disertai darah atau dapat disertai dengan darah
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan
  • Demam, nyeri otot, sakit kepala

Sebaiknya segera ke dokter atau fasilitas kesehatan bila menemukan gejala seperti berikut:

  • Demam diatas 40 derajat celcius
  • Gejala dehidrasi seperti lemas, mulut kering, air seni sangat pekat
  • Diare disertai darah
  • Muntah disertai darah

Tanda bahaya pada anak-anak:

  • Anak terlihat lesu dan cenderung mengantuk
  • Demam tinggi
  • Tanda dehidrasi seperti anak lemas, menangis tidak keluar air mata, sangat rewel, mulut kering

Penyebab[3,4]

Gastroenteritis paling sering disebabkan oleh infeksi virus, namun juga bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, jamur dan penyebab bukan infeksi seperti alergi, logam berat, autoimun, intoleran terhadap makanan tertentu, obat-obatan dan proses keganasan. Penularan virus dapat melalui terhirupnya droplet seseorang yang membawa virus dan kontak langsung pada mulut, hidung atau mata setelah menyentuh permukaan benda atau menjabat tangan yang terkontaminasi virus. Virus dapat menular melalui makanan, dan minuman yang terkontaminasi virus. Beberapa jenis bakteri dan parasit bisa menyebabkan gastroenteritis apabila masuk melalui makanan yang mentah atau tangan yang tidak bersih. Jenis obat-obatan tertentu bisa menyebabkan peradangan pada saluran cerna. Air yang terkontaminasi dengan logam berat juga dapat menyebabkan gejala gastroenteritis.

Terjadinya peradangan pada saluran cerna menyebabkan usus tidak dapat menahan air dan feses menjadi lebih cair. Diare yang terus menerus menyebabkan seseorang kehilangan cairan atau dehidrasi dan dapat mengalami kondisi berbahaya apabila tidak diterapi cairan segera.

Faktor resiko[2,3]

Beberapa orang yang lebih rentan mengalami muntaber adalah:

  • Personal hygiene yang buruk
  • Anak-anak, lansia
  • Memiliki imun yang lemah seperti pengidap HIV/AIDS
  • Tinggal di lingkungan sanitasi yang buruk
  • Tinggal bersama dengan jumlah orang yang banyak (asrama, rusunawa)
  • Bepergian ke tempat wisata

Diagnosis gastroenteritis[2,3]

Diagnosis cukup ditegakkan dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan apabila terdapat keraguan pada pemeriksaan fisik atau untuk mencari penyebab pasti. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan:

  • Tes darah, untuk mengetahui adanya proses infeksi atau peradangan pada tubuh
  • Pemeriksaan feses, merupakan pemeriksaan tinja apakah mengandung bakteri, telur cacing, parasit, atau zat non infeksi lainnya
  • Sigmoideskopi, memeriksa ujung usus besar meliputi rektum, kolon sigmoid dan anus. biasanya dilakukan pada kasus non infeksi apabila dicurigai adanya peradangan atau keganasan.

Pengobatan gastroenteritis[2,3]

Tujuan pertama adalah mencegah terjadinya dehidrasi. Terapi cairan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang bisa dilakukan sejak awal muncul gejala muntaber di rumah. Pasien dapat minum lebih banyak setiap selesai buang air besar, minum cairan oralit, istirahat lebih banyak dan mengonsumsi makanan yang mudah diserap seperti bubur, pisang dan ikan. Pada bayi dan anak-anak ibu bisa memberikan asi dan susu lebih banyak setiap kali buang air besar. Apabila setelah mendapatkan terapi di rumah terdapat gejala dehidrasi, maka pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemberian antibiotik hanya pada gastroenteritis oleh bakteri dan dengan pengawasan dokter.

Pencegahan gastroenteritis[3,4]

Sebaiknya menghindari faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian gastroenteritis.

  • Menjaga kebersihan tangan sebelum makan
  • Memasak daging dan makanan hingga benar-benar matang
  • Minum air yang matang atau bersih
  • Menggunakan peralatan pribadi untuk makan, minum dan sikat gigi
  • Vaksin untuk mencegah infeksi virus penyebab gastroenteritis

Anda juga bisa membaca lebih lengkap mengenai penyakit lainnya di aplikasi Alinamed[5]. (LIO)

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. 2021. Stomach Flu (Gastroenteritis) : Symptoms, Causes & Diagnosis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12418-gastroenteritis [Diakses 22 Juli 2021].
  2. Information, H., Diseases, D., Flu”), V., Flu”), T. and Health, N., 2021. Treatment of Viral Gastroenteritis (“Stomach Flu”) | NIDDK. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment  [Diakses 22 Juli 2021].
  3. Mayo Clinic. 2021. Viral gastroenteritis (stomach flu) – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847  [Diakses 22 Juli 2021].
  4. Mayo Clinic. 2021. Stomach flu: How long am I contagious?. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/expert-answers/stomach-flu/faq-20057899  [Diakses 22 Juli 2021].
  5. Christi, L., 2021. Epilepsi: Pengertian, Faktor Resiko, Gejala, Pengobatan – Alinamed. Alinamed. Available at: https://alinamed.com/blog/index.php/2021/08/01/epilepsi/  [Diakses 14 Augustus 2021].
Leave a Reply