Pengertian

Penyakit Cacing Kremi atau enterobiasis merupakan penyakit infeksi akibat cacing Enterobius vermicularis[1]. Infeksi cacing kremi merupakan salah satu infeksi cacing tersering di dunia. Cacing ini berukuran kecil, seperti benang dan berwarna putih sehingga mirip seperti parutan kelapa. Penyakit ini banyak dialami anak-anak dan mengenai lebih dari 40 juta penduduk di dunia. Angka kejadian penyakit ini berkisar antara 20-20% di Eropa. Telur cacing kremi dapat ditularkan secara langsung melalui tangan yang kurang bersih maupun kontak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi misalnya baju, mainan, dan tempat tidur[2,3,4].

Gejala

Gejala paling sering dari penyakit ini yaitu[1,2,3]:

  • Gatal di daerah dubur terutama pada malam hari sehingga bisa mengganggu tidur
  • Rasa tidak nyaman
  • Infeksi sekunder pada kulit yang iritasi akibat garukan
  • dapat menyebabkan infeksi saluran kemih pada wanita akibat transmisi cacing
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare cair
  • Susah makan
  • Gangguan pertumbuhan
  • Jika cacing terus bertambah banyak maka bisa membuntu lumen usus buntu (appendix) sehingga dapat menyebabkan radang usus buntu (apendisitis)

Penyebab

Penyebab dari enterobiasis adalah cacing Enterobius vermicularis atau lebih umum. Telur yang masuk melalui mulut akan menetas di usus kemudian pada malam hari,  cacing dewasa betina akan bermigrasi untuk meletakkan telurnya di lipatan kulit anus sehingga menimbulkan rasa gatal di sekitar dubur[1].

Faktor Risiko Cacing Kremi

Faktor risiko yakni:

  • Kebersihan yang buruk
  • Makan setelah menyentuh barang yang terkontaminasi ataupun setelah menggaruk dubur tanpa cuci tangan
  • Tinggal serumah dengan orang yang menderita penyakit ini
  • Anak-anak usia 4-11 tahun, khususnya laki-laki
  • Anak yang tinggal di tempat yang ramai misalnya asrama

Telur cacing kremi ini dapat melekat erat terutama pada tangan dan di bawah kuku. Namun penyakit cacing kremi ini tidak bisa ditularkan lewat hewan peliharaan[2,4,5].

Diagnosis Cacing Kremi

Infeksi cacing kremi dapat didiagnosis melalui keluhan seperti gatal di dubur terutama malam hari, anak susah makan, anak mengalami gagal tumbuh, terdapat kemerahan atau luka di sekitar dubur, anak menjadi susah tidur karena gatal. Serta gejala lain yang tidak spesifik seperti mual, muntah, dan diare cair. Cacing dewasa dapat terlihat dengan mata di sekitar dubur 2-3 jam setelah penderita tidur. Selain itu dapat dilakukan pengambilan telur cacing menggunakan pita perekat, seperti selotip, pada daerah sekitar anus langsung setelah penderita bangun tidur lalu melihat melalui mikroskop[2,3].

Pengobatan Cacing Kremi

Pilihan pengobatan yang direkomendasikan untuk infeksi cacing kremi yaitu obat antiparasit. Pengobatan juga sebaiknya dilakukan pada keluarga serumah atau orang yang sering kontak dengan pasien[1,3]

Pencegahan Cacing Kremi [1,3,5,6]

Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu

  • Menjaga kebersihan kuku jari dan pakaian
  • Rajin mencuci tangan
  • Menghindari menggaruk dubur saat gatal
  • Membersihkan kemaluan dengan arah yang benar yaitu dari depan ke belakang
  • Mengganti pakaian dalam dan seprai setiap hari.
  • Pakaian dan seprai penderita sebaiknya dicuci menggunakan air panas untuk membunuh telur cacing
  • Membersihkan toilet dengan desinfektan (DIA).

Referensi:

  1. Liwang F, Yuswar PW, Wijaya P, Sanjaya NP. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 5 Jilid II. 2020. Jakarta: Media Aesculapius
  2. Rawla P, Sharma S. Enterobius Vermicularis. [Updated 2021 May 7]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536974/
  3. Dubray C. Pinworm (Enterobiasis, Oxyuriasis, Threadworn. 2019. CDC. Tersedia di https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2020/travel-related-infectious-diseases/pinworm-enterobiasis-oxyuriasis-threadworm [Diakses 24 Juli 2021]
  4. Wendt S, Trawinski H, Schubert S, Rodloff AC, Mössner J, Lübbert C. The Diagnosis and Treatment of Pinworm Infection. Dtsch Arztebl Int. 2019;116(13):213-219. doi:10.3238/arztebl.2019.0213
  5. Mayo Clinic. Pinworm infection. 2020. Tersedia di https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/symptoms-causes/syc-20376382 [Diakses 25 Juli 2021]
  6. Lestari LC. Tips Mencegah Malnutrisi pada Anak. 2021. Alinamed. Tersedia di https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/23/tips-mencegah-malnutrisi-pada-anak/ [Diakses 24 Juli 2021]
Leave a Reply