Penyakit jantung koroner merupakan gangguan fungsi pada jantung yang diakibatkan kurangnya darah pada otot jantung yang dikarenakan adanya penyempitan pembuluh darah coroner. Penyakit jantung koroner ditandai dengan nyeri pada dada yang dirasa tidak nyaman atau merasa tertekan berat terlebih ketika beraktivitas berat. Padahal kesehatan jantung paling utama, mengingat fungsinya sebagai pemompa darah.

Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (sekitar 39,5 juta kasus dari total 56,4 juta kematian), diantara angka tersebut sebanyak 45% disebabkan oleh penyakit yang diakibatkan pada jantung. Begitupun di Indonesia, jantung koroner menjadi penyakit penyebab kematian terbesar yakni sebanyak 122 kasus dari 100 ribu populasi. [1] [2]

Berbagai macam kegiatan dapat dijadikan sebagai kegiatan preventif atau pencegahan terjadinya penyakit jantung koroner. Seperti melakukan pemeriksaan atau check-up di fasilitas kesehatan atau bisa juga dikonsultasikan dengan dokter kami di Aplikasi Alinamed!, mulai mengurangi penggunaan rokok dan tembakau, melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal selama 30 menit, dan memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari. Yuk kita bahas apa saja bahan makanan yang bisa meningkatkan kesehatan si jantung!

1. Kacang-Kacangan untuk Kesehatan Jantung

Semua jenis kacang-kacangan memiliki kemampuan secara signifikan mengurangi kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol jahat. Kacang-kacangan juga mengandung serat, protein, dan polifenol antioksidan, yang tentunya juga memiliki efek yang baik bagi kesehatan jantung dan juga tubuh. [3]

2. Berry untuk Kesehatan Jantung

Buah beri juga penuh dengan polifenol antioksidan, yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Buah beri mengandung serat, folat, zat besi, kalsium, vitamin A, dan vitamin C yang baik, serta rendah lemak. [4]

3. Brokoli untuk Kesehatan Jantung

Dari berbagai hasil penelitian, brokoli memiliki sulforaphane, antioksidan yang dapat menurunkan kolesterol dalam darah. Dengan mengonsumsi brokoli secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung. [5]

4. Chia Seed atau Biji Chia

Jenis biji ini adalah sumber nabati yang kaya akan asam lemak, omega-3, seperti asam alfa-linolenat. Omega-3 memiliki banyak efek menguntungkan, seperti membantu menurunkan kadar trigliserdia, LDL, dan kolesterol total. Selain itu, dapat juga mengurangi tekanan darah dan meminimalkan penumpukan plak lemak di arteri. Omega-3 juga dapat menurunkan risiko gangguan yang dapat menyebabkan serangan jantung, seperti thrombosis dan aritmia. [6]

6. Dark Chocolate

Dari berbagai hasil riset, dark chocolate memiliki manfaat perlindungan terhadap aterosklerosis, yaitu ketika plak menumpuk di dalam arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Dark chocolate dapat mencegah dua mekanisme yang terlibat dalam aterosklerosis: kekakuan arteri dan adhesi sel darah putih, yaitu ketika sel darah putih menempel pada dinding pembuluh darah. Terlebih lagi, penelitian telah menemukan bahwa peningkatan kandungan flavanol cokelat hitam – yang merupakan senyawa yang membuatnya enak dan lebih gurih – tidak mengurangi manfaat perlindungan ini. [7]

7. Buah dan Daun Pepaya

Daun pepaya mengandung vitamin C, potasium, antioksidan, dan serat, yang membantu menjaga pembuluh darah Anda tetap sehat dan meningkatkan aliran darah. Ini juga dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.[8]

8. Teh Hijau

Hasil riset pada tahun 2011, teh hijau dikatakan dapat mencegah kolesterol, yang merupakan penyebab utama penyakit jantung dan stroke. Perkembangan penelitian membuktikan ulasan lain mempelajari efek minum teh hijau pada orang dengan tekanan darah tinggi. Dihasilkan bahwa teh hijau dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. [9] (RAY)

Referensi:

[1] P2PTM Kemenkes RI. (2019). Hari Jantung Sedunia (HJS) Tahun 2019: Jantung Sehat, SDM Unggul. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-jantung-sedunia-hjs-tahun-2019-jantung-sehat-sdm-unggul

[2] Lidwina, A. (2020). Jantung Koroner, Pembunuh Nomor Satu di Indonesia. https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5e9a470f952f2/jantung-koroner-pembunuh-nomor-satu-di-indonesia

[3] Ha, V., Sievenpiper, J. L., De Souza, R. J., Jayalath, V. H., Mirrahimi, A., Agarwal, A., … & Jenkins, D. J. (2014). Effect of dietary pulse intake on established therapeutic lipid targets for cardiovascular risk reduction: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Cmaj186(8), E252-E262.

[4] Mozaffarian, D. (2016). Dietary and policy priorities for cardiovascular disease, diabetes, and obesity: a comprehensive review. Circulation133(2), 187-225.

[5] Zhang X, Shu XO, Xiang YB, Yang G, Li H, Gao J, Cai H, Gao YT, Zheng W. Cruciferous vegetable consumption is associated with a reduced risk of total and cardiovascular disease mortality. Am J Clin Nutr. 2011 Jul;94(1):240-6. doi: 10.3945/ajcn.110.009340. Epub 2011 May 18. PMID: 21593509; PMCID: PMC3127519.

[6] Liperoti, R., Vetrano, D. L., Bernabei, R., & Onder, G. (2017). Herbal medications in cardiovascular medicine. Journal of the American College of Cardiology69(9), 1188-1199.

[7] Esser, D., Mars, M., Oosterink, E., Stalmach, A., Müller, M., & Afinan, L. A. (2014). Dark chocolate consumption improves leukocyte adhesion factors and vascular function in overweight men. The FASEB Journal28(3), 1464-1473.

[8] Ar-Rayyan. I.U. (2021). Apa Saja Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan?. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/08/19/apa-saja-manfaat-daun-pepaya-bagi-kesehatan/

[9] Khalesi, S., Sun, J., Buys, N. et al. Green tea catechins and blood pressure: a systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials. Eur J Nutr 53,1299–1311 (2014). https://doi.org/10.1007/s00394-014-0720-1

Leave a Reply