Tidak hanya protokol kesehatan 3M dan 5M, sekarang sudah muncul protokol kesehatan 6M. Apa saja? Simak Artikel Alina berikut ini!

Kurangnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang berlaku dapat menimbulkan peningkatan penularan Covid-19. Hasil evaluasi lintas sektoral yang telah dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), angka positif harian kasus Covid-19 pada masyarakat masih terholong tinggi. Maka dinilai diperlukannya penyesuaian masyarakat dalam kepatuhannya mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. [1]

Protokol kesehatan telah ber-‘evolusi’ sejak peraturan 3M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan Menjaga jarak. Dari protokol 3M, tak lama berkembang menjadi protokol 5M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Mengurangi mobilitas masyarakat [2]. Nah, sekarang terlah berevolusi lagi menjadi protokol kesehatan 6M. Apa sajakah itu?

1. Memakai masker

Menggunakan masker kini menjadi kebutuhan yang penting bagi kesehatan diri kita sendiri, serta dapat membantu pemutusan rantai penularan Covid-19. Penggunaan masker tentu memiliki aturan yang sesuai yakni menutupi bagian hidung dan mulut dengan rapat tanpa celah. Penggunaan masker dobel pun juga diperbolehkan, demi lebih terjaganya masker yang kita gunakan tidak memiliki celah yang dapat membuat udara dan droplet masuk [3]. Gunakan masker sesuai aturan, seperti menggunakan masker medis sekali pakai, tidak menurunkan masker ke dagu atau dibawah hidung, dan tidak melepas masker ketika berbicara dengan orang lain.

2. Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir

Seperti yang kita ketahui, mencuci tangan juga merupakan hal yang tepat dilakukan guna mencegah penularan virus Covid-19. Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sebelum melakukan aktivitas atau sebelum masuk ke rumah dapat mencegah masuknya virus Covid-19, yang mungkin saja tidak kita sadari menempel pada tangan [4]. Lakukan cuci tangan keseluruh permukaan telapak dan punggung tangan hingga ke sela jari dan pergelangan menggunakan sabun cuci tangan dan dibilas menggunakan air bersih yang mengalir.

3. Menjaga jarak

Berjarak 1-2 meter dengan orang lain, bukan berarti bermusuhan. Justru dengan berjarak merupakan salah satu tanda kasih sayang dalam bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19. Membatasi diri dengan orang lain melalui kontak fisiki merupakan hal yang wajib pula dilakukan selama pandemi ini. Saat ini, sudah banyak rambu berjarak di berbagai tempat umum yang harus kita patuhi.

4. Menjauhi kerumunan

Kontak fisik selain menjaga jarak adalah menjahui kerumunan. Berkerumun di berbagai tempat, baik umum maupun tempat pribadi sangatlah tidak disarankan. Pengadaan acara pesta, tasyakuran, dan sebagainya yang menyebabkan kerumunan pun juga telah dilarang dan dikontrol ketat oleh pihak-pihak berwajib seperti SATGAS di setiap daerah hingga pihak kepolisian.

5. Mengurangi mobilitas

Melakukan perpindahan dari negara ke negara lain, kota ke kota lain, bahkan lokasi ke lokasi lain juga sangat tidak dianjurkan dalam masa pandemi ini. Sudah banyak wilayah dan daerah yang telah menutup wilayahnya untuk mengurangi mobilitas warganya, terlebih semasa PPKM. Melakukan berbagai kegiatan di rumah sangatlah dianjurkan, mulai dari kebijakan Work From Home hingga kegiatan belajar mengajar juga dilakukan secara daring (dalam jaringan) ataupun online.

6. Menghindari makan bersama

Aturan pemerintah yang menganjurkan tidak makan di tempat juga salah satu langkah tepat. Ketika makan tentu perlu melepaskan masker, hal inilah yang meningkatkan resiko penyebaran virus. Selain itu, budaya masyarakat Indonesia yang masih kental dengan keramahtamahannya, dengan suka berbicara dan berinteraksi dengan orang lain ketika makan, juga dapat meningkatkan potensi penularan Covid-19. Secara tak sadar droplet yang saling mengenai orang satu dengan orang yang lain dan terlebih tanpa menggunakan masker akan dapat menjadikan bertambahnya kasus positif Covid-19. Jadi ikutilah aturan untuk membawa pulang makanan yang kita beli di restoran atau rumah makan agar kita selamat dan dapat memutus rantai penularan Covid-19.

Adapula berbagai ketentuan persyaratan perjalanan jarak jauh yang wajib dipatuhi yakni wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin (minimal telah tervaksinasi dengan dosis pertama) dan surat keterangan hasil negative tes RT-PCR (Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction)yang telah dilakukan maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan perjalanan.[RAY]

Referensi:

[1] Satuan Tugas Penanganan Covid-19. (2021). Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

[2] ‘Aina. Q. (2021). Reinfeksi Covid-19 Bagi Penyintas, Seberapa Mungkin Terjadi?. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/02/reinfeksi-covid-19-bagi-penyintas-seberapa-mungkin-terjadi/

[3] Izzati, N. (2021). Pemakaian Masker Dobel, Perlu Ga Sih?. https://alinamed.com/blog/index.php/2021/06/12/pemakaian-masker-dobel-perlu-ga-sih/

[4] Yunanta, K. (2020). Covid Bisa Menempel di 7 Benda di Sekitar Anda. https://alinamed.com/blog/index.php/2020/07/25/awas-covid-bisa-menempel-di-7-benda-di-sekitar-anda/

Leave a Reply