Pengertian Infeksi Umbilikus

Infeksi umbilikus atau yang dalam istilah medis dikenal dengan omphalitis adalah infeksi pada daerah tali pusar dan sekitarnya. Penyakit ini umumnya mengenai bayi baru lahir usia kurang dari satu bulan, dan jarang ditemukan pada dewasa. Infeksi awalnya mengenai sebagian kecil dari tali pusar yang kemudian dapat menyebar ke seluruh dinding perut dan menimbulkan komplikasi berupa jaringan mati dan infeksi sistemik seluruh tubuh(1).

Gejala

Beberapa gejala yang dapat dijumpai pada pasien dengan infeksi umbilikus yaitu:

  1. Keluarnya cairan kental dan berbau serta darah dari daerah tali pusar
  2. Kemerahan pada daerah tali pusar dan sekitarnya
  3. Bengkak dan kaku pada daerah tali pusar dan sekitarnya
  4. Demam dan denyut nadi meningkat
  5. Lemas dan hilangnya nafsu makan(1,2)

Apabila infeksi telah menyebar ke seluruh perut, dapat ditemukan gejala lain seperti nyeri dan kaku pada seluruh bagian perut. Infeksi yang berat dapat menimbulkan penurunan kesadaran. Perlu diperhatikan ada tidaknya tinja dan air seni yang keluar dari tali pusar untuk mengetahui kemungkinan kelainan anatomi pada bayi (1,2).

Penyebab

Setelah lahir, tali pusar yang tidak dirawat dengan benar dapat menjadi tempat tumbuh dan kembang biak berbagai jenis bakteri. Tali pusar yang terinfeksi akan rusak dan membuat bakteri dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke dalam darah sehingga menyebabkan infeksi di seluruh tubuh(2).

Faktor Resiko Infeksi Umbilikus

Terdapat beberapa kondisi pada bayi yang dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi umbilikus, yaitu:

  1. Bayi lahir dengan berat badan rendah (<2500 gr)
  2. Riwayat katerisasi umbilikalis pada bayi saat kelahiran
  3. Riwayat persalinan septik atau persalinan dengan resiko infeksi yang besar seperti adanya ketuban pecah dini, persalinan yang dilakukan secara tidak steril, dan adanya riwayat infeksi pada ibu saat kehamilan
  4. Adanya penyakit imun tertentu pada bayi seperti leukocyte adhesion deficiency (LAD)(1)

Diagnosis Infeksi Umbilikus

Diagnosis infeksi umbilikus dapat ditegakkan oleh dokter setelah melakukan anamnesis secara menyeluruh dan beberapa pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan menanyakan mengenai riwayat kehamilan ibu, riwayat persalinan, serta ada tidaknya gejala-gejala yang mungkin timbul pada pasien dengan infeksi umbilikus. Pemeriksaan penunjang lebih lanjut mungkin diperlukan seperti evaluasi laboratorium darah lengkap untuk memastikan ada tidaknya infeksi, serta kultur darah untuk mengetahui dengan pasti bakteri penyebab infeksi umbilikus(1,2).

Pengobatan Infeksi Umbilikus

Pengobatan infeksi umbilikus dilakukan dengan tujuan untuk menghentikan infeksi dan mengurangi gejala serta keluhan. Dokter akan memberikan antibiotik untuk menghentikan infeksi dan membunuh bakteri penyebab. Lama terapi yang diberikan dapat bervariasi tergantung dengan keadaan klinis pasien. Tindakan operasi mungkin diperlukan apabila terdapat kelaianan anatomis pada bayi(2).

Pencegahan Infeksi Umbilikus

Infeksi umbilikus dapat dicegah dengan cara melakukan perawatan tali pusar dengan tepat setelah bayi lahir. Umumnya, tali pusar akan puput, mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu satu minggu pertama setelah bayi lahir. Pada beberapa kasus, tali pusar dapat lepas lebih lambat hingga 10-14 hari setelah kelahiran.

Saat lahir, tali pusar akan dipotong oleh tenaga kesehatan dan kemudian ujung tali pusar akan dibersihkan menggunakan alkohol swab 70%. Setelah itu, perawatan tali pusar dapat dilakukan oleh ibu di rumah. Perawatan tali pusar yang benar dilakukan dengan mengusahakan agar tali pusar tetap kering, bersih, serta tidak basah dan lembab. Kondisi lembab dan basah pada tali pusar dapat memicu pertumbuhan kuman. Tali pusar tidak perlu dibersihkan dengan sabun atau alkohol saat di rumah dan cukup dibiarkan terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering. Usahakan tali pusar tidak tertutup popok agar tidak tercemar dengan air seni dan tinja, Jangan melepaskan tali pusar secara paksa karena dapat menyebabkan perdarahan dan meningkatkan resiko infeksi(3). (QRA)

Anda juga dapat mengetahui informasi mengenai penyakit ini secara lengkap serta penyakit lainnya di aplikasi Alinamed(4).

Referensi:

  1. Gallagher, 2019. Omphalitis. Medscape. Accessed on: https://emedicine.medscape.com/article/975422-overview#a4
  2. Painter et al, 2021. Omphalitis. StatPearls [Internet]. Accessed on: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513338/
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 2016. Perawatan Tali Pusar Bayi Baru Lahir. Accessed on: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusar-bayi-baru-lahir
  4. Nugraha, 2021. Malnutrisi pada anak, kenali tanda-tandanya!. Accessed on: https://alinamed.com/blog/index.php/2021/07/13/malnutrisi-pada-anak-kenali-tanda-tandanya/
Leave a Reply