Pengertian

Fraktur tulang merupakan suatu kondisi dimana terdapat patahan pada tulang dada karena rudapaksa atau penyakit tertentu[1]. Patah tulang terjadi ketika kekuatan yang cukup signifikan diarahkan pada tulang dada sehingga menyebabkan patah. Ada 12 pasang tulang dada di daerah dada.

Gejala

Pasien dengan fraktur tulang dada sering mengeluh:

  • Nyeri dada yang tajam
  • Sesak saat menarik nafas
  • Nyeri semakin tajam saat menyentuh tempat tulang dada yang patah
  • Rasa sakit akan bertambah buruk saat menggerakkan badan
  • Batuk atau tertawa akan menyebabkan rasa sakit.

Penyebab Fraktur Tulang Dada

Fraktur tulang dada bisa terjadi karena adanya trauma (traumatis) atau non trauma (atraumatik). Berikut ini adalah beberapa penyebab yang mendasari terjadinya fraktur tulang dada[1,2,4]:

  • Trauma tumpul, seperti kecelakaan kendaraan bermotor (penyebab tersering). Pengemudi sepeda motor berisiko lebih besar mengalami patah tulang dada dibandingkan dengan penumpang sepeda motor.
  • Ditinju di tulang dada
  • Jatuh ke permukaan yang keras, seperti jatuh saat menuruni tangga
  • Batuk sangat keras dan berulang
  • Kasus pelecehan pada anak-anak
  • Trauma minor dari gerakan berulang (mikrotrauma) seperti mengayunkan tongkat golf, mendayung, atau berenang.
  • Mendapatkan CPR
  • Osteoporosis (tulang tipis dan rapuh, biasanya terkait dengan penuaan)
  • Penyebaran dari sel kanker yang dapat melemahkan tulang.

Faktor Resiko Fraktur Tulang Dada

Deskripsi dari kejadian di lapangan/pra-rumah sakit dapat memberikan petunjuk penting tentang kemungkinan terjadinya patah tulang dada[1].

  • Setelah tabrakan kendaraan bermotor, penggunaan sabuk pengaman dan airbag seringkali dikaitkan dengan cedera tulang dada
  • Batuk keras yang berulang tanpa trauma signifikan lainnya.
  • Atlet yang menggunakan kekuatan penuh dan gerakan lengan berulang (misalnya, pelempar cakram) mengalami fraktur stres pada tulang dada bagian atas dan tengah
  • Orang tua yang jatuh dari tangga
  • Orang dengan kanker stadium akhir

Diagnosis Fraktur Tulang Dada

Fraktur tulang dada dapat didiagnosis melalui pemeriksaan klinis[3]. Biasanya penderita memiliki riwayat trauma tumpul atau adanya perlukaan pada dada yang baru saja terjadi dan disertai rasa nyeri di lokasi tersebut. Oleh karena itu, biasanya pasien tidak sanggup melakukan inspirasi penuh karena rasa sakit. Pemeriksaan fisik didapatkan memar pada dinding dada, bersama dengan nyeri tekan tulang. Pemeriksaan yang biasa dikerjakan diantaranya[2]:

  • Foto Rontgen: Sekitar 75% dari semua tulang dada yang patah bisa dilihat.
  • A computerized tomography (CT) scan: Jenis gambar ini menunjukkan fraktur yang tidak terlihat pada sinar-X. Ini juga dapat menunjukkan kerusakan pada jaringan lunak dan organ, seperti paru-paru, hati, limpa atau ginjal.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): Seperti CT scan, gambar-gambar ini dapat menunjukkan patah tulang yang terlewatkan oleh sinar-X. Alat ini dapat menunjukkan kerusakan pada jaringan lunak dan organ.

Pengobatan Fraktur Tulang Dada

Sebagian besar tulang dada yang patah membutuhkan waktu sekitar 6 minggu untuk sembuh[3]. Saat anda sedang mengalami fraktur tulang dada hal sederhana yang bisa dilakukan adalah:

  • Istirahat agar tidak semakin parah
  • Kompres es di area tersebut untuk menghilangkan rasa sakit
  • Meminum obat pereda nyeri. Jika anda membutuhkan sesuatu yang lebih kuat, dokter mungkin akan meresepkan sesuatu untuk anda.
  • Mengambil napas dalam-dalam untuk menghindari pneumonia atau infeksi paru-paru karena pneumonia seringkali menyertai patah tulang dada
  • Hindari membungkus apa pun dengan ketat di sekitar tulang dada karena dapat menghambat pergerakan nafas
  • Perawatan tambahan atau pembedahan mungkin diperlukan jika cedera yang terjadi lebih serius, misalnya, jika paru-paru tertusuk oleh ujung tajam salah satu tulang dada.

Pencegahan Fraktur Tulang Dada

  • Mengurangi risiko jatuh pada orang tua karena fraktur atau patah tulang dada pada orang tua berhubungan dengan mortalitas dan morbiditas yang lebih tinggi daripada orang yang lebih muda.

Referensi:

[1] Kuo K, Kim AM. Rib Fracture. [Updated 2020 Nov 20]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541020/ 

[2] Sarah L Melendez. 2017. Rib Fracture. Available in: https://emedicine.medscape.com/article/825981-overview 

[3] Tyler Wheeler. 2020. Do I have a Broken Rib?. Available in: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/do-i-have-a-broken-rib

[4] Qori’aina. 2021. Lima Tips Untuk Cegah Osteoporosis di Usia Tua. Available in: https://alinamed.com/blog/index.php/2021/03/11/lima-tips-untuk-cegah-osteoporosis-di-usia-tua/ 

Leave a Reply